Jabatan Profesor Bukan Puncak Prestasi

  • 14 Jul 2026 11:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebagai perguruan tinggi swasta, UMY memiliki jumlah profesor terbanyak di DIY, yaitu sekitar 53 profesor atau guru besar. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Setyabudi Indartono melihat hal ini sebagai capaian yang sangat baik.

”Selain menghasilkan inovasi, seorang guru besar punya tanggung jawab penting,” ucapnya saat menghadiri pengukungan guru besar di UMY, Sabtu, 4 Juli 2026. ”Yaitu membina dosen-dosen lainnya, agar mereka juga mampu mencapai jenjang akademik tertinggi, yaitu menjadi profesor.”

Menurut Setyabudi, capaian ini menunjukkan keseriusan UMY dalam membangun kualitas sumber daya manusia di bidang akademik, sebagai fondasi utama pengembangan perguruan tinggi. Namun, jabatan guru besar bukanlah sebuah puncak prestasi.

”Sebab, menjadi seorang guru besar adalah awal dari pengabdian dan kerja keras yang harus berdampak bagi masyarakat,” katanya. ”Yang harus diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, inovasi dan menjalankan program pengabdian untuk masyarakat.”

Mengacu Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian, Setyabudi menekankan orientasi utama perguruan tinggi harus berupa inovasi dan kebermanfaatan. Dan motor penggeraknya ada di tangan para guru besar.

Maka, ia pun mengingatkan agar produktivitas riset dan publikasi ilmiah dapat terus ditingkatkan. Sehingga jabatan akademik tertinggi yang disandang seorang profesor benar-benar memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain itu, Setyabudi juga menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam pendidikan tinggi. Para guru besar harus menjadi teladan dalam menjaga kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta integritas akademik demi menjaga kualitas dan kredibilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....