Cuaca Kondusif, Waspada Panas Menyengat dan Kekeringan akibat Musim Kemarau
- 11 Jul 2026 21:51 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe- Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh bagian utara dan timur pada Sabtu, 11 Juli 2026 dilaporkan relatif kondusif dengan dominasi cerah berawan di suhu berkisar 31.8 derajat celcius.
Wilayah yang terpantau meliputi Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, hingga Langsa. Hal ini disampaikan Prakirawan cuaca dari BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Karendra Muiz, dalam program Info Cuaca RRI Pro Satu Lhokseumawe, Sabtu 11 Juli 2026.
Meski cuaca kondusif, masyarakat diminta waspada terhadap cuaca panas menyengat pada siang hari yang mencapai suhu tinggi. BMKG mengimbau agar masyarakat selalu memakai topi, jaket, hingga tabir surya di wajah ketika beraktifitas di luar ruangan, serta mencukupi cairan agar tidak dehidrasi. Sementara itu saat sore menjelang malam hari, suhu udara dilaporkan menurun berada pada kisaran 27 hingga 29 derajat Celsius.
Selain itu, tinggi gelombang di pesisir terpantau relatif aman, yakni berkisar antara 0.1 hingga 0,5 meter. Sedangkan sepanjang 20 kilometer lepas pantai tinggi gelombang mencapai 0.6 sampai 1.2 meter.
Namun kondisi ini masih dikategorikan aman bagi aktifitas pelayaran. Selain itu, kecepatan angin di wilayah perairan berada di kisaran 4 hingga 25 kilometer per jam, dan kecepatan di darat 5 hingga 18 kilometer per jam.
Karendra juga menyebutkan bahwa tidak terdapat potensi hujan di beberapa wilayah pantauannya.“Potensi hujan ringan hanya akan terjadi di wilayah pegunungan dengan durasi singkat,” ujar Karendra kepada RRI.
Untuk kelembaban udara tercatat berada pada presentase 66 hingga 85 persen. Kondisi ini masih tergolong normal, meskipun dapat menimbulkan rasa gerah terutama pada siang hari ketika suhu meningkat.
Di sisi lain, BMKG juga melaporkan adanya temuan titik panas (hotspot) di wilayah timur dan tengah, yakni di Kabupaten Aceh Timur dan Bener Meriah. Selain itu wilayah barat Aceh juga ditemukan titik panas seperti di kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Tenggara.
Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Bulan Juli hingga September diperkirakan BMKG akan menjadi bulan-bulan yang cukup panas dimana terjadi kemarau panjang di Indonesia. Hal ini disebabkan fenomena El Nino (memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur), sehingga masyarakat dihimbau untuk lebih siap menghadapi potensi kekeringan.
"Bagi petani atau warga yang memiliki perkebunan, bisa bersiap-siap menyediakan cadangan sumber air, dikarenakan ancaman kekeringan bisa terjadi di kemudian hari akibat kemarau panjang," pesan Karendra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....