Hikmah Hijrah Bersama Sahabat Nabi
- 11 Jul 2026 12:46 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun – Masih di momentum bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa bersejarah tersebut tidak hanya menjadi penanda dimulainya kalender Hijriah, tetapi juga menyimpan banyak hikmah dan teladan dari para sahabat Rasulullah SAW.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Shofar, S.Pd.I., S.M. saat menjadi narasumber dalam acara Mutiara Pagi di Programa 1 RRI Madiun, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, salah satu teladan yang patut dicontoh adalah pengorbanan sahabat Ali bin Abi Thalib RA. Saat rumah Nabi Muhammad SAW telah dikepung oleh kaum kafir Quraisy pada malam hijrah, Ali RA diminta menggantikan posisi tidur Rasulullah untuk mengelabui orang-orang yang hendak membunuh beliau.
"Ali bin Abi Thalib ketika diminta menggantikan tempat tidur Nabi tidak banyak bertanya apa yang akan didapat. Beliau menunjukkan ketaatan, keberanian, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Rasulullah," ujar Ustadz Shofar.
Ia menambahkan, umat Islam saat ini memang tidak dituntut menggantikan posisi Nabi seperti yang dilakukan Ali RA. Namun, umat Islam dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Hari ini kita sebagai umat Nabi Muhammad tidak dituntut menggantikan posisi tidur Nabi. Akan tetapi, kita dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunnah beliau. Kita dituntut untuk bangun di sepertiga malam, melakukan sunnah Nabi meskipun kecil, seperti makan dengan duduk, menggunakan tangan kanan, dan sebagainya," jelasnya.
Selain Ali bin Abi Thalib RA, Ustadz Shofar juga menyoroti keteladanan Abu Bakar Ash Shiddiq RA yang setia menemani Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah. Abu Bakar bahkan rela membawa seluruh hartanya demi mendukung perjuangan Rasulullah dalam menegakkan agama Allah SWT.
Meski demikian, menurut Ustadz Shofar, umat Islam saat ini tidak diwajibkan mengorbankan seluruh hartanya sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar RA. Yang lebih utama adalah menunaikan kewajiban berbagi melalui harta yang dimiliki.
"Jika Abu Bakar saat berhijrah bersama Rasulullah membawa semua hartanya, maka hari ini kita tidak dituntut menghabiskan seluruh harta kita untuk agama. Akan tetapi, kita dituntut untuk mengeluarkan sebagian harta kita. Ada bagian orang lain dari harta kita, yaitu dengan menunaikan zakat, memperbanyak infak, dan sedekah," katanya.
Melalui momentum Muharram 1448 Hijriah, Ustadz Shofar mengajak umat Islam menjadikan peristiwa hijrah sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri. Cinta kepada nabi dibuktikan dengan bukti nyata dengan semangat pengorbanan, keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian sosial yang dicontohkan Ali bin Abi Thalib RA dan Abu Bakar Ash Shiddiq RA diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....