FIFA, Tepis Tudingan Wasit Bantu Argentina Kontra Mesir

  • 11 Jul 2026 06:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - FIFA menepis tudingan bahwa kemenangan Argentina atas Mesir pada Piala Dunia 2026 merupakan hasil rekayasa. Badan sepak bola dunia itu menegaskan seluruh proses pertandingan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Dikutip dari fox.sports, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, pada 9 Juli 2026 menyatakan bahwa setiap keputusan yang dibuat wasit François Letexier telah mengikuti aturan permainan. Seluruh keputusan penting juga telah ditinjau menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) sebelum dinyatakan sah.

Perdebatan mencuat setelah gol kedua Mesir dianulir dan dua klaim penalti mereka tidak dikabulkan. Insiden tersebut memicu protes dari kubu Mesir yang menilai keputusan wasit merugikan tim mereka.

Collina menolak anggapan bahwa FIFA sengaja mengarahkan hasil pertandingan demi memberikan keuntungan kepada Argentina. Menurutnya, setiap keputusan dibuat secara independen dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan prosedur resmi yang berlaku selama turnamen, bahkan hasil pertandingan tidak bisa dintervensi termsuk oleh Presiden FIFA itu sendiri.

Ia menambahkan bahwa seluruh momen krusial, termasuk gol maupun dugaan pelanggaran, telah melalui pemeriksaan menyeluruh oleh tim VAR. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan bersifat objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Collina juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat mengenai keputusan wasit merupakan hal yang lazim dalam sepak bola. Namun, ia menilai tuduhan tanpa bukti terhadap integritas perangkat pertandingan tidak dapat dibenarkan.

Sementara itu, Pengamat dan Peneliti Olahraga Global Profesor Simon Chadwick menilai polemik yang terjadi, termasuk kontroversi penangguhan kartu merah Folarin Balogun, telah memengaruhi kepercayaan publik terhadap FIFA. Ia juga berpendapat bahwa keterkaitan isu politik dengan penyelenggaraan sepak bola internasional berpotensi memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....