Lawan Burnout, Gen Z New York Populerkan Klub Rebahan
- 08 Jul 2026 06:14 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID , Gorontalo - Rebahan selama ini sering dicap negatif sebagai simbol kemalasan. Namun di tangan generasi muda, khususnya Gen Z, aktivitas ini bertransformasi menjadi sebuah gerakan wellness (kesehatan mental) baru yang revolusioner. Di tengah badai burnout yang kian mengintai, muncul sebuah tren viral yang mengajak orang-orang untuk sengaja berhenti sejenak, merebahkan tubuh, dan mengistirahatkan pikiran.
Dikenal dengan julukan 'Lie Down Club', fenomena unik ini tengah menyita perhatian publik di New York, Amerika Serikat. Konsepnya sederhana namun sarat makna: para peserta berkumpul di taman kota, menanggalkan alas kaki, menggelar tikar, lalu bersama-sama berbaring di bawah langit terbuka sembari mempraktikkan meditasi dan pengaturan napas.
Gerakan ini lahir bukan tanpa alasan. Ini adalah bentuk perlawanan sekaligus respons terhadap kelelahan mental akut akibat tekanan kerja yang monoton dan budaya hustle culture yang menuntut produktivitas tanpa batas.
Inisiator di balik gerakan ini adalah Maaliyah Symoné, seorang praktisi Reiki dan fasilitator sound bath. Melalui klub bernama Club Rest Stop, Maaliyah berambisi menyediakan ruang aman bagi publik untuk benar-benar merasakan esensi dari istirahat yang sesungguhnya.
Pada akhir Juni lalu, bertempat di Central Park, sekitar 40 orang berkumpul selama dua jam. Mereka tenggelam dalam sesi meditasi, latihan pernapasan (breathwork), hingga menikmati terapi suara (sound bath) sembari rebahan massal di atas hamparan rumput hijau.
Melalui Club Rest Stop, Maaliyah memiliki misi besar untuk mendobrak stigma masyarakat tentang arti sebuah istirahat. Pengalaman bertahun-tahun menangani klien yang burnout—terutama dari industri hiburan—membuatnya sadar akan satu kekeliruan: banyak orang mengira istirahat berkualitas harus ditebus dengan tidur, liburan mewah, atau spa mahal.
Padahal, menurut Maaliyah, pemulihan mental bisa diakses lewat cara yang sangat membumi dan sederhana.
- Lakukan mikro-istirahat: Cukup luangkan waktu 5 menit di sela kesibukan.
- Persiapan mental: Jika tahu akan menghadapi rapat yang menegangkan, ambil waktu sejenak untuk menarik napas dalam-dalam.
- Detoks kebisingan: Lakukan peregangan ringan atau sekadar memejamkan mata di sudut yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk gawai dan lingkungan.
Respons masyarakat ternyata sangat masif. Hanya dalam kurun waktu lima minggu pasca-promosi di media sosial, lebih dari 700 orang langsung mengantre dan mendaftar untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan Club Rest Stop berikutnya.
Melalui gerakan ini, Maaliyah berharap efek relaksasi yang didapat tidak menguap begitu saja setelah acara selesai. Ia ingin para peserta mampu mengadopsi ritual sederhana ini ke dalam kehidupan sehari-hari, sebagai benteng pertahanan mandiri di tengah padatnya rutinitas modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....