Pandangan Perkembangan Belajar dengan Metode Inovasi AI

  • 07 Jul 2026 14:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara generasi muda belajar. Kini, siswa dan mahasiswa dapat memperoleh penjelasan materi, menyusun rangkuman, hingga berlatih mengerjakan soal hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran karena mampu memberikan akses informasi yang cepat, mudah, dan sesuai kebutuhan pengguna. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah AI benar-benar membantu meningkatkan prestasi, atau justru membuat pelajar menjadi bergantung?

Dalam live program Sore Ceria Senin 6 Juni 2026 di Pro 2 Fm Lhokseumawe, Eghi Poetra sebagai penyiar menginfokan bahwa di dunia pendidikan, AI terbukti mampu menjadi pendamping belajar yang efektif jika digunakan secara bijak. Peserta didik dapat memahami materi yang sulit, menemukan referensi tambahan, serta mengembangkan kreativitas dalam menyelesaikan tugas. Dengan bimbingan guru, AI dapat menjadi alat untuk mempercepat proses belajar tanpa menghilangkan kemampuan berpikir kritis. Prestasi akademik pun berpotensi meningkat karena siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih mandiri dan terarah.

Meski demikian, penggunaan AI secara berlebihan juga menyimpan risiko. Ketika pelajar hanya mengandalkan AI untuk menjawab soal atau menyelesaikan tugas tanpa memahami prosesnya, kemampuan berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah dapat menurun. Ketergantungan ini dikhawatirkan mengurangi rasa ingin tahu, kreativitas, serta kebiasaan belajar yang sesungguhnya. AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti usaha dan kerja keras dalam menuntut ilmu.

Para pendidik mengingatkan bahwa keseimbangan adalah kunci dalam memanfaatkan AI di dunia pendidikan. Teknologi harus digunakan untuk memperkuat proses belajar, bukan menggantikan peran guru maupun kemampuan berpikir siswa. Dengan literasi digital yang baik, etika dalam menggunakan AI, serta semangat belajar yang tinggi, generasi muda dapat memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai sarana meraih prestasi tanpa terjebak dalam ketergantungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....