Psikolog: Kesiapan Sekolah Anak Tidak Hanya Ditentukan Usia
- 02 Jul 2026 17:11 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID Tanjungpinang - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, orang tua diimbau tidak hanya menjadikan usia sebagai acuan utama dalam menentukan kesiapan anak masuk Sekolah Dasar (SD). Kesiapan sekolah dinilai harus dilihat secara menyeluruh, mencakup aspek perkembangan kognitif, sosial, emosional, bahasa, hingga kemandirian anak.
Kepala Biro Psikolog My Psikolog, Mirta Yolanda, S.Psi., M.Pd., Psikolog, mengatakan banyak orang tua masih beranggapan bahwa anak yang telah mencapai usia tertentu otomatis siap mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
"Usia memang menjadi salah satu syarat administrasi, tetapi kesiapan sekolah tidak hanya diukur dari umur. Anak perlu memiliki kematangan emosional, sosial, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mengikuti aturan dan kegiatan belajar di kelas," Ujar Mirta, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kesiapan sekolah merupakan fondasi penting bagi keberhasilan anak dalam menjalani proses pendidikan. Anak yang siap secara psikologis umumnya lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun hubungan dengan guru maupun teman sebaya, serta mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman.
Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bukan satu-satunya indikator kesiapan masuk SD. Orang tua juga perlu memperhatikan kemampuan anak dalam mengendalikan emosi, berkonsentrasi, menyelesaikan tugas sederhana, serta menunjukkan sikap mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
"Sering kali anak sudah mampu membaca, tetapi masih sulit mengelola emosi ketika menghadapi aturan atau berinteraksi dengan teman. Hal-hal seperti ini justru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak selama di sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan, memaksakan anak masuk sekolah hanya karena telah memenuhi batas usia dapat berdampak pada proses adaptasi. Anak berpotensi mengalami stres, kehilangan rasa percaya diri, hingga kurang menikmati proses belajar apabila belum siap secara perkembangan.
Karena itu, orang tua disarankan melakukan pengamatan terhadap perkembangan anak secara menyeluruh. Bila diperlukan, konsultasi atau asesmen dengan psikolog dapat menjadi langkah untuk mengetahui tingkat kesiapan sekolah sesuai kondisi masing-masing anak.
Mirta menegaskan setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda sehingga tidak tepat jika dibandingkan dengan anak lain.
"Fokusnya bukan siapa yang lebih cepat masuk sekolah, tetapi bagaimana anak siap belajar, berkembang, dan menikmati proses pendidikan sesuai tahap perkembangannya," katanya.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesiapan sekolah merupakan investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
"Dengan kesiapan yang baik, anak akan lebih percaya diri, lebih mudah beradaptasi, dan memiliki pengalaman belajar yang positif sejak awal memasuki dunia pendidikan," ujar Mirta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....