Menekan Kriminalitas Dimulai dari Keluarga dan Nilai Adat Gorontalo
- 02 Jul 2026 04:32 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID Gorontalo : Keamanan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah daerah. Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, tantangan sosial juga semakin kompleks. Berbagai bentuk tindak kriminal, mulai dari pencurian, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga kejahatan berbasis teknologi, menjadi ancaman yang harus dihadapi bersama. Menekan angka kriminalitas bukan semata-mata menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan saling menjaga.
Di Gorontalo, sesungguhnya masyarakat telah memiliki benteng moral yang diwariskan turun-temurun melalui falsafah adat "Adati Hula-Hulaa To Syara, Syara Hula-Hulaa To Kitabullah." Nilai luhur tersebut mengajarkan bahwa adat bersendikan syariat, sementara syariat bersumber pada Kitabullah. Makna yang terkandung di dalamnya bukan hanya mengatur tata kehidupan bermasyarakat, tetapi juga membentuk karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Ketika nilai-nilai adat ini terus ditanamkan dalam keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial, maka ruang bagi tumbuhnya perilaku kriminal akan semakin sempit.
Masyarakat Gorontalo sejak dahulu dikenal memiliki budaya huyula, yaitu semangat gotong royong dan saling membantu tanpa membedakan latar belakang. Semangat inilah yang menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga keamanan lingkungan. Budaya saling mengenal tetangga, peduli terhadap kondisi sekitar, menghormati tokoh adat dan tokoh agama, serta membimbing generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif merupakan langkah nyata pencegahan kriminalitas. Kehadiran aparat keamanan akan semakin efektif apabila didukung masyarakat yang aktif melaporkan potensi gangguan keamanan dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan di sekitarnya.
Momentum 1 Juli 2026, yang diperingati sebagai Hari Bhayangkara ke-80, menjadi pengingat bahwa keamanan adalah hasil kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat," peringatan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis. Bagi masyarakat Gorontalo, semangat pengabdian tersebut sejalan dengan nilai adat yang mengutamakan persatuan, musyawarah, dan kepentingan bersama. Ketika adat, agama, keluarga, masyarakat, dan aparat berjalan seiring, maka upaya menekan angka kriminalitas bukan sekadar harapan, melainkan dapat menjadi kenyataan demi terwujudnya Gorontalo yang aman, bermartabat, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....