Hari Bebas Kantong Plastik Internasional, 3 Juli

  • 02 Jul 2026 15:03 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Setiap tanggal 3 Juli diperingati sebagai Hari Bebas Kantong Plastik Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk menghilangkan kebiasaan menggunakan kantong plastik dalam kehidupan hari - hari.

Meskipun memudahkan dalam berbelanja, penggunaan kantong plastik menimbulkan dampak yang besar bagi lingkungan. Sampah plastik yang sulit terurai, memakan waktu hingga ratusan tahun.

Hal ini memicu kerusakan ekosistem, pencemaran tanah dan air serta terganggunya rantai makanan akibat mikroplastikhingga memicu resiko gangguan kesehatan serius bagi manusia dan hewan. Sampah kantong plastik yang terbawa hingga ke laut juga berpotensi termakan oleh hewan dan mengancam kehidupan laut.

Dilangsir dari laman Detik.com, pada tahun 1997, pelaut dan peneliti Charles Moore baru menemukan Great Pacific Garbage Patch, yang merupakan pusaran terbesar di lautan di dunia. Pusaran ini menjadi tempat berkumpulnya sejumlah besar sampah plastik.

Sampah kantong plastik yang sampai ke laut ini kemudian dapat membunuh hewan seperti penyu yang salah mengira bahwa mereka adalah ubur-ubur dan kemudian memakannya.

Bangladesh menjadi negara yang pertama kali menerapkan larangan penggunaan kantong plastik tipis. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah negara-negara lain, seperti Afrika Selatan, Rwanda, Tiongkok, Australia, dan Italia.

Peringatan Hari Bebas Kantong Plastik Internasional merupakan upaya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa tanpa penggunaan plastik dalam jumlah besar adalah hal yang mungkin. Peringatan ini menjadi bagian dari Gerakan Bebas dari Plastik, yang dimulai pada bulan September 2016 dan telah diikuti oleh hampir 1.500 organisasi berbeda.

Mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan menerapkan metode 3R, Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang). Mulailah kebiasaan ini dari keseharian kita, seperti membawa tas belanja dan botol minum atau tumbler sendiri untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai secara drastis. (Ac)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....