Strawberry Moon,Fenomena Langka Setiap 19 Tahun
- 01 Jul 2026 10:27 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang : Strawberry Moon atau Bulan Stroberi adalah fenomena bulan purnama yang sangat dinantikan setiap bulan Juni, namun memiliki makna khusus dalam berbagai budaya. Keunikannya terletak pada posisinya yang sangat rendah di langit, menjadikannya kejadian langka yang hanya muncul setiap 19 hingga 20 tahun sekali. Banyak orang mengira strawberry moon berarti bulan akan berubah warna menjadi merah muda atau menyerupai buah stroberi. Faktanya, nama tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan warna bulan. Meskipun disebut “Strawberry Moon,” bulan ini tidak berwarna merah muda, melainkan tetap berwarna seperti bulan purnama biasa. Namun, dalam kondisi atmosfer tertentu, seperti saat terbit atau terbenam, bulan bisa tampak kemerahan atau oranye akibat efek hamburan cahaya, saat cahaya bulan melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal.
Istilah strawberry moon berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara, khususnya suku Algonquin yang menggunakan siklus bulan untuk menandai pergantian musim dan aktivitas pertanian.Bulan purnama yang muncul pada Juni disebut strawberry moon karena bertepatan dengan musim panen stroberi liar yang berlangsung pada periode tersebut. Bagi masyarakat adat pada masa lalu, penamaan bulan memiliki fungsi penting sebagai penunjuk waktu sebelum adanya kalender modern. Setiap bulan purnama diberi nama berdasarkan peristiwa alam yang terjadi pada musim tertentu.Selain strawberry moon, terdapat sejumlah nama bulan purnama lain yang juga terkenal, seperti wolf moon pada Januari, snow moon pada Februari, worm moon pada Maret, pink moon pada April, flower moon pada Mei, buck moon pada Juli, harvest moon pada musim gugur, dan hunter's moon pada Oktober.Nama-nama tersebut kemudian populer dan digunakan secara luas oleh komunitas astronomi hingga saat ini.
Strawberry Moon yaitu nama untuk bulan purnama yang muncul di bulan Juni, tidak selalu muncul pada tanggal yang sama setiap tahunnya.Ini terjadi karena kalender yang kita gunakan sehari-hari, yaitu kalender Gregorian, tidak sepenuhnya sinkron dengan siklus bulan. Satu bulan dalam kalender biasanya memiliki 30 atau 31 hari, sementara siklus bulan (dari satu bulan purnama ke purnama berikutnya) berlangsung sekitar 29,5 hari. Karena perbedaan ini,tanggal munculnya bulan purnama bisa berubah-ubah dari tahun ke tahun.Secara umum, Strawberry Moon muncul di pertengahan atau menjelang akhir bulan Juni. Namun, tanggal pastinya bisa bergeser sedikit ke awal Juni, tergantung pada posisi bulan dalam orbitnya dan cara siklus bulan jatuh dalam kalender tahunan.
Contoh:
• Tahun 2024, Strawberry Moon muncul pada tanggal 21 Juni.
• Tahun 2025,Strawberry Moon muncul lebih awal, yaitu pada 11 Juni.
Keunikan Strawberry Moon pada tahun 2025 memiliki keunikan astronomi yang langka. Posisi bulan akan sangat rendah di langit bagian selatan karena bulan mencapai titik terendah dalam orbitnya terhadap ekuator langit. Akibatnya, bulan akan tampak lebih besar dan lebih dekat ke cakrawala dibandingkan bulan purnama pada umumnya. Fenomena ini terakhir kali terjadi pada tahun 2006 dan baru akan kembali terlihat pada tahun 2043, menjadikannya salah satu momen terlangka untuk para pengamat langit.
Selain itu, dengan posisinya yang rendah, Strawberry Moon akan memancarkan cahaya yang lebih lembut dan hangat. Saat bulan terbit atau hampir tenggelam, efek ilusi bulan akan membuatnya terlihat lebih besar di dekat cakrawala daripada saat berada di tengah langit.
• Tahun 2026, Strawberry Moon muncul pada tanggal 29 dan 30 Juni.
Fenomena tahun ini memiliki keunikan tambahan karena strawberry moon terjadi bersamaan dengan micromoon.Micromoon adalah kondisi ketika bulan purnama terjadi saat bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi dalam orbitnya, yang dikenal sebagai apogee. Akibat posisi tersebut, ukuran bulan akan tampak sedikit lebih kecil dibandingkan rata-rata bulan purnama.
Para astronom memperkirakan bulan akan terlihat sekitar 13% lebih kecil dan sedikit lebih redup dibandingkan saat berada di posisi terdekat dengan Bumi atau perigee.Meski demikian, perbedaan ukurannya tidak mudah dikenali dengan mata telanjang. Sebagian besar orang tetap akan melihat bulan sebagai purnama yang besar dan terang.Justru kondisi micromoon menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar astronomi karena memberikan kesempatan untuk mengamati variasi alami dalam orbit bulan.
Jika anda penasaran kapan tepatnya Strawberry Moon akan terjadi di tahun-tahun mendatang, anda bisa memeriksanya melalui :
• Kalender fase bulan, yaitu kalender khusus yang menunjukkan kapan bulan purnama, bulan baru, dan fase-fase lainnya terjadi.
• Aplikasi astronomi, seperti Stellarium, SkySafari, atau bahkan fitur kalender di beberapa aplikasi cuaca dan langit malam. Aplikasi ini bisa menunjukkan posisi bulan secara real-time dan memberi tahu kapan fase bulan purnama akan terjadi di lokasi anda.
Dengan bantuan teknologi ini, anda bisa merencanakan untuk melihat bulan purnama dan menikmati keindahan langit malam dengan lebih mudah.
Strawberry Moon bukan hanya fenomena astronomi biasa, tetapi juga memiliki nilai budaya dan historis yang menarik. Fenomena ini adalah kesempatan langka bagi para penggemar astronomi dan masyarakat umum untuk menikmati keindahan langit malam dengan cara yang berbeda.
Sumber :
https://heartline.co.id/mengenal-strawberry-moon-fenomena-langka-setiap-19-tahun/
https://www.beritasatu.com/ototekno/3006801/malam-ini-strawberry-moon-masih-bisa-dilihat-intip-keunikannya
https://news.detik.com/berita/d-7960608/apa-itu-strawberry-moon-simak-asal-usul-penamaannya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....