De-Soekarnoisasi, PDIP Magetan Ajak Gen Z Kenali Kembali Marhaenisme

  • 01 Jul 2026 01:34 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan mengajak generasi muda untuk mengenal kembali pemikiran Bung Karno, khususnya Marhaenisme, yang dinilai mulai kurang dipahami oleh masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dalam rangka Bulan Bung Karno.

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana A.V. Sasa, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap pemikiran Bung Karno selama ini semakin berkurang. Menurutnya, banyak sejarah dan gagasan yang pernah dicetuskan Presiden pertama RI tersebut tidak lagi dikenal luas, terutama oleh generasi muda.

"Selama beberapa dekade ada kecenderungan berkurangnya ingatan masyarakat terhadap Bung Karno. Banyak yang tidak lagi mengetahui bahwa Bung Karno adalah penggagas Marhaenisme maupun berbagai pemikiran lain yang pernah lahir untuk bangsa ini," ujar Diana.

Ia menilai kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memiliki pemahaman yang kurang utuh terhadap Marhaenisme. Bahkan, istilah tersebut kerap dipandang negatif sehingga banyak orang enggan mempelajarinya.

"Selama bertahun-tahun kata Marhaenisme sering diberi konotasi negatif. Akibatnya masyarakat menjadi ragu bahkan takut untuk mempelajarinya. Padahal Marhaenisme bukan sesuatu yang perlu ditakuti," katanya.

Menurut Diana, Marhaenisme merupakan gagasan yang lahir dari realitas masyarakat Indonesia dan memiliki nilai yang masih relevan hingga saat ini. Konsep tersebut, lanjutnya, menitikberatkan pada upaya mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta keberpihakan kepada kelompok kecil.

"Kami ingin mengingatkan kembali bahwa bangsa ini pernah memiliki sebuah pemikiran yang bahkan mendapat perhatian di tingkat internasional. Marhaenisme adalah gagasan yang sangat Indonesia dan layak dipelajari serta didiskusikan kembali," ujarnya.

Ia berharap forum diskusi seperti bedah buku dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah pemikiran Bung Karno secara lebih utuh, sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Pada dasarnya Marhaenisme berbicara tentang bagaimana mewujudkan masyarakat yang sejahtera, melawan ketidakadilan, dan membela kebenaran. Nilai-nilai itu masih relevan untuk didiskusikan hingga sekarang," pungkas Diana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....