di Mana Hartamu Berada di Situ juga Hatimu Berada

  • 30 Jun 2026 20:17 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Dunia sering kali mendikte bahwa nilai seorang manusia diukur dari seberapa banyak harta yang ia miliki misalnya jabatan, saldo rekening, gawai terbaru atau status sosial. Banyak energi dan waktu yang dihabiskan untuk mengejar hal-hal yang sifatnya sementara.

“Yesus tidak sedang melarang kita untuk bekerja keras atau menjadi berkecukupan namun Ia mengingatkan kita akan sifat dasar dari harta dunia yaitu tidak abadi dan rapuh,” ujar Febiyola Silangen dalam acara Mimbar Agama Katolik RRI Prosatu Tahuna.

Febiyola mengatakan ngengat, karat dan pencuri adalah simbol bahwa apapun yang kita genggam erat di dunia ini bisa hilang dalam sekejap mata. “Lalu apa yang dimaksud dengan mengumpulkan harta di surga?” ucapnya.

Harta di surga menurut Febiyola adalah segala sesuatu yang memiliki nilai kekal di mata Allah. Kasih yang dibagikan, pengampunan yang diberikan kepada orang yang menyakiti, waktu yang diluangkan untuk menolong sesama, kejujuran dalam bekerja dan kesetiaan dalam doa.

“Harta surga adalah karakter dan iman yang kita bangun di dalam Kristus ketika kita menghadap Tuhan. Nanti bukan harta dunia yang kita bawa melainkan kekayaan jiwa kita,” ujarnya.

Febiyola menuturkan, Yesus menegaskan “karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada” ayat ini mengajak umatNya memeriksa diri. “Apakah hati kita terus-menerus cemas memikirkan hal-hal duniawi? Ataukah hati kita merasa damai karena tahu kita sedang menginvestasikan hidup untuk hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan?”, ucapnya.

Ia juga mengajak agar umat Tuhan memeriksa fokus hidup, jika hari ini merupakan hari terakhir umat Tuhan hidup di dunia, harta apa yang sudah dikumpulkan untuk dibawa ke hadapan takhta Tuhan. (Herlien)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....