Mengenal Composting, Ubah Sisa Dapur Menjadi Pupuk Kaya Manfaat

  • 30 Jun 2026 19:27 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masalah penumpukan sampah di perkotaan sering kali bersumber dari pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang tepat, terutama sampah organik.

Menjawab tantangan ini, tren membuat kompos sendiri di rumah atau composting kini mulai banyak diminati sebagai bagian dari gaya hidup hijau yang produktif.

Aktivitas ini terbukti efektif menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pencinta tanaman.

Kegiatan pelestarian lingkungan ini bisa Anda lakukan langsung dari area dapur dan pekarangan rumah Anda, kapan saja setelah proses memasak selesai.

Alih-alih langsung membuang sisa sayuran, kulit buah, atau cangkang telur ke tempat sampah umum, Anda bisa mengumpulkannya ke dalam wadah khusus kompos.

Dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk memilahnya, Anda telah mengambil peran penting dalam memutus rantai penumpukan sampah kota.

Gaya hidup ini sangat cocok diterapkan oleh masyarakat urban, para ibu rumah tangga, serta pencinta tanaman harian yang ingin menghidupkan konsep rumah minim sampah (zero waste).

Banyak orang ragu memulai karena khawatir akan bau tidak sedap, padahal dengan teknik yang benar, pembuatan kompos di lahan sempit sekalipun bisa dilakukan dengan bersih. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa sampah dapur bukanlah limbah menjijikkan, melainkan bahan baku nutrisi tanah yang berharga.

Secara ekologis, sampah organik yang menumpuk di TPA dan bercampur dengan sampah lain akan mengalami pembusukan anaerobik yang menghasilkan gas metana, salah satu pemicu utama pemanasan global.

Melalui proses composting yang kaya oksigen, sisa organik tersebut justru diurai oleh mikroorganisme menjadi humus yang kaya unsur hara untuk menyuburkan tanah.

Hasil akhir berupa pupuk organik ini bisa menghemat pengeluaran Anda dalam merawat tanaman hias atau kebun sayur mini di rumah.

Untuk memulainya, Anda cukup menyiapkan sebuah wadah ember khusus (composter bin) yang memiliki lubang udara dan penutup rapat di sudut halaman rumah.

Masukkan sampah organik hijau (seperti sisa sayur dan buah) secara berselang-seling dengan sampah cokelat (seperti daun kering atau sekam) untuk menjaga keseimbangan kelembapan.

Lakukan pengadukan secara berkala seminggu sekali, dan dalam waktu beberapa minggu, Anda sudah bisa memanen pupuk kompos alami hasil karya sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....