Mewujudkan Kasih Kepada Allah dan Sesama Manusia dengan Segenap Hati
- 30 Jun 2026 17:32 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Dasar iman yang paling sederhana sekaligus paling sulit adalah belajar mengasihi. Mengasihi Allah dengan segenap hati karena Tuhan menginginkan hati bukan sekedar formalitas. Umat Tuhan harus mengasihi dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan yang dimiliki.
"Yesus tidak mengatakan bahwa kita cukup mengasihi Tuhan sebagian saja tapi dengan segenap hati segenap jiwa segenap akal budi segenap kekuatan artinya kasih kepada Allah harus melibatkan seluruh hidup," hal ini dikatakan Penyuluh Katolik Febiyola Silangen dalam Acara Mimbar Agama Katolik Prosatu Tahuna.
Febiyola menjelaskan seringkali manusia memberikan "sisa waktu" bagi Tuhan ketika sibuk, doa dilupakan ketika berhasil Tuhan tidak lagi dicari tapi ketika gagal barulah orang datang berlutut. Namun kasih sejati tidak demikian, kasih sejati tetap setia baik dalam suka maupun duka.
Mengasihi Tuhan berarti tetap berdoa walau lelah, tetap percaya walau doa belum terjawab, tetap jujur walau rugi dan tetap rendah hati walau memiliki kedudukan. Kasih kepada Allah terlihat bukan hanya di Gereja tetapi dalam pilihan hidup sehari-hari.
| Baca juga: Manangkalangi Buka MPLS SMP Negeri 2 Tahuna |
Menurut Febiyola, kasih hidup dalam keheningan. Ditengah dunia digital saat ini manusia sering kehilangan keheningan. Pikiran dipenuhi notifikasi, hiburan dan kecemasan. Hati menjadi mudah gelisah padahal kasih kepada Tuhan tumbuh dalam kedekatan pribadi bersamaNya.
"Kadang Tuhan berbicara bukan lewat suara keras tetapi lewat keheningan doa, air mata pertobatan atau damai kecil di hati," ucapnya.
Kasih kepada Allah perlu dipelihara setiap hari seperti api kecil yang terus dijaga agar tidak padam demikian kasih kepada sesama bukan hanya soal memberi bantuan besar kadang kasih hadir dalam hal sederahan seperti medengarkan dengan sabar dan mengampuni kesalahan. (Herlien)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....