Cara Menyimpan Baterai agar Awet dan Tidak Mudah Kembung
- 30 Jun 2026 14:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Baterai lithium-ion menjadi sumber daya utama pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari drone, kamera, kamera action, hingga ponsel pintar. Meski memiliki daya tahan yang baik, baterai jenis ini tetap memerlukan perlakuan yang tepat agar umur pakainya lebih panjang dan terhindar dari kondisi kembung (swelling).
Pakar menjelaskan bahwa baterai dapat mengalami pembengkakan akibat terbentuknya gas di dalam sel baterai. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh suhu tinggi, pengisian daya yang tidak tepat, overcharging, kerusakan fisik, maupun proses penuaan baterai.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga baterai tetap awet.
| Baca juga: Pentingnya Menjaga Toleransi di Usia Remaja |
Apabila baterai tidak akan digunakan dalam waktu lama, sebaiknya jangan disimpan dalam kondisi penuh 100 persen atau kosong 0 persen. Kapasitas ideal penyimpanan berada di kisaran 40–60 persen, karena dapat mengurangi tekanan kimia di dalam sel baterai dan memperlambat proses degradasi
Musuh utama baterai lithium-ion adalah suhu tinggi. Jangan meninggalkan baterai di dalam mobil yang terparkir di bawah sinar matahari atau di tempat yang panas. Simpan baterai di ruangan yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Penggunaan charger dan kabel yang sesuai spesifikasi pabrikan membantu menjaga kestabilan arus dan tegangan saat pengisian. Charger berkualitas rendah berisiko menyebabkan panas berlebih yang mempercepat kerusakan baterai.
| Baca juga: Mengapa Harus Naik Transportasi Umum |
Baterai yang dibiarkan habis total dalam waktu lama dapat mengalami deep discharge, sehingga performanya menurun dan berpotensi mengalami kerusakan permanen. Bila disimpan berbulan-bulan, lakukan pengecekan setiap 3–6 bulan dan isi ulang hingga sekitar 50 persen bila kapasitas sudah turun.
Jangan menyimpan baterai di tempat yang mudah terbentur, tertindih, atau tertusuk benda tajam. Kerusakan fisik dapat memicu korsleting internal yang meningkatkan risiko baterai mengembang bahkan terbakar.
Apabila baterai menunjukkan tanda-tanda mengembang, berubah bentuk, atau mengeluarkan bau menyengat, segera hentikan penggunaannya. Jangan mencoba menusuk, menekan, atau tetap mengisi daya baterai tersebut karena dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan menerapkan cara penyimpanan yang benar, baterai pada drone, kamera action, kamera digital, maupun perangkat elektronik lainnya dapat memiliki usia pakai lebih lama serta tetap aman digunakan. Perawatan sederhana seperti menjaga suhu penyimpanan, menghindari pengosongan total, dan menyimpan baterai pada kapasitas yang ideal dapat membantu meminimalkan risiko baterai kembung. (Agung TN)
Referensi :
- Maddipatla, S., dkk. Swelling Mechanisms, Diagnostic Applications, and Mitigation Strategies in Lithium-Ion Batteries, Batteries (2025).
- Zhang, S.S. Insight into the Gassing Problem of Li-ion Battery, Frontiers in Energy Research (2014).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....