Isu Pemecatan Bahlil dan Dirut PLN Dipastikan Palsu

  • 30 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah unggahan gambar dari akun Facebook bernama Stefan Pratama mendadak viral setelah menyebarkan narasi provokatif mengenai perombakan kabinet. Gambar tersebut mengklaim bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beserta Direktur Utama PLN telah resmi dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo.

Unggahan yang menyertakan logo media Koran Bali Express ini sekilas tampak meyakinkan bagi pengguna media sosial yang tidak teliti. Narasi singkat bertuliskan “Gokil si owo” ditambahkan untuk memperkuat kesan bahwa keputusan tegas tersebut benar-benar terjadi.

Merespons kegaduhan digital tersebut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo langsung melakukan verifikasi menggunakan perangkat Google Lens. Berdasarkan pemeriksaan visual yang mendalam, ditemukan bukti kuat bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa digital.

DIlansir laman TunrbackHoax.ID, fakta di lapangan menunjukkan bahwa judul asli berita dari Koran Bali Express telah diubah secara sengaja oleh oknum tidak bertanggung jawab. Judul yang sebenarnya diterbitkan adalah “DIPANGGIL LANGSUNG KE ISTANA! BAHLIL DAN DIRUT PLN DAPAT PERINGATAN KERAS DARI PRABOWO”.

Media Koran Bali Express sendiri tercatat mengunggah visual asli pertemuan tersebut melalui akun Facebook resmi mereka pada akhir Juni ini. Pertemuan di Istana Negara tersebut sejatinya membahas evaluasi mendasar, bukan keputusan pemecatan seperti yang dinarasikan.

Berdasarkan rilis resmi Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo Subianto memanggil kedua pejabat tersebut guna memberikan arahan tegas terkait insiden pemadaman listrik bergilir. Kepala Negara menginstruksikan agar jaminan pelayanan energi kepada masyarakat luas segera dioptimalkan tanpa kendala lagi.

Konten visual lewat tangkapan layar komparatif seperti ini kerap menjebak karena memanfaatkan kepanikan publik terhadap isu sensitif nasional. Berdasarkan bukti forensik digital di atas, klaim pemecatan tersebut murni rekayasa pihak tertentu dan tidak memiliki dasar kebenaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....