Menghargai Peran Penting para Nelayan

  • 29 Jun 2026 11:09 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Hari Nelayan Internasional (International Fisherman's Day) diperingati setiap tanggal 29 Juni untuk menghargai peran penting para nelayan di seluruh dunia dalam menjaga ketahanan pangan global. Peringatan ini diusulkan pertama kali oleh Forum Dunia Masyarakat Nelayan (WFFP) pada tahun 2018.

Fakta Penting Hari Nelayan Internasional.

Pemilihan Tanggal: Tanggal 29 Juni sengaja dipilih karena bertepatan dengan Hari Santo Petrus, yang diyakini sebagai santo pelindung para nelayan dalam tradisi Kristen.

Tujuan: Momen ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai kesejahteraan para nelayan, mempromosikan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan, serta memperkuat rantai pasok industri perikanan.

Tantangan Global: Selain perayaan, hari ini menjadi pengingat atas beratnya tantangan yang dihadapi nelayan, mulai dari cuaca ekstrem akibat perubahan iklim hingga risiko keselamatan saat melaut.

Cara Mendukung Kampanye Ini

Membeli Hasil Tangkapan Lokal: Belilah ikan langsung dari nelayan tradisional atau pasar ikan lokal untuk membantu memutar roda perekonomian pesisir.

Pilih Produk Berkelanjutan: Pastikan makanan laut yang Anda konsumsi ditangkap menggunakan metode ramah lingkungan (bukan pukat harimau atau bom air).

Gunakan Tagar Kampanye: Bantu suarakan apresiasi di media sosial menggunakan tagar #InternationalFishermanDay.

Hari Nelayan Internasional (International Fisherman's Day) yang diperingati setiap 29 Juni memiliki akar sejarah yang kuat dalam gerakan sosial masyarakat pesisir serta nilai spiritual yang mendalam. Berikut adalah rincian lengkap mengenai sejarah pembentukan dan makna dari peringatan global ini:

Sejarah Pembentukan

Inisiasi Komunitas Global: Peringatan ini diusulkan pertama kali oleh Forum Dunia Masyarakat Nelayan (World Forum of Fisher Peoples - WFFP). Melalui Majelis Umum mereka, forum ini sepakat mendedikasikan satu hari khusus untuk menyatukan solidaritas nelayan tradisional di seluruh dunia.

Perayaan Pertama: Secara resmi, momentum global ini mulai dirayakan secara massal dan diakui secara internasional sejak tahun 2018.

Pemilihan Tanggal: Tanggal 29 Juni dipilih karena bertepatan dengan Hari Santo Petrus (Feast of Saints Peter and Paul) dalam tradisi Kristen. Santo Petrus adalah seorang nelayan tradisional di Galilea sebelum diangkat menjadi rasul, dan secara historis dihormati sebagai santo pelindung para nelayan di lautan.

Makna dan Esensi Peringatan

Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan membawa tiga misi dan makna krusial bagi tatanan global:

  1. Penghargaan Penjaga Ketahanan PanganMenangkap ikan adalah salah satu profesi tertua manusia yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Lebih dari 59,5 juta orang di dunia menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan. Peringatan ini bermakna menghargai keberanian dan kerja keras mereka yang bertaruh nyawa di laut demi menyediakan sumber nutrisi protein bagi miliaran penduduk bumi.
  2. Advokasi Hak Nelayan Skala Kecil dan TradisionalHari ini menjadi corong utama untuk menyuarakan hak-hak asasi dan kesejahteraan pekerja di sektor perikanan berskala kecil. Fokus utamanya mencakup peningkatan keselamatan kerja di laut, perlindungan wilayah tangkap dari korporasi besar, serta jaminan akses ekonomi yang adil dari hulu hingga ke hilir.
  3. Komitmen Terhadap Perikanan BerkelanjutanDi tengah ancaman overfishing (penangkapan berlebih) dan kerusakan ekosistem lautan, hari ini bermakna sebagai alarm pengingat. Seluruh pemangku kepentingan diajak untuk menghentikan praktik penangkapan ikan ilegal (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing) serta beralih ke metode yang ramah lingkungan demi masa depan generasi mendatang.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....