Mitos atau Fakta Buah Simalakama

  • 29 Jun 2026 11:38 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi – Peribahasa "bagaikan makan buah simalakama" sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Ungkapan ini menggambarkan situasi dilematis yang serba salah: jika dimakan ibu mati, jika tidak dimakan ayah mati. Namun, tahukah Anda bahwa buah simalakama ini nyata dan merujuk pada tanaman asli Indonesia bernama Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)?

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai mitos, fakta medis, serta kandungan di balik buah yang penuh misteri ini.

Asal-Usul dan Filosofi Simalakama
Secara historis, tanaman Mahkota Dewa merupakan flora endemik yang berasal dari wilayah Papua. Bentuk buahnya bulat menawan dengan warna hijau saat muda dan berubah menjadi merah menyala ketika matang.
Julukan "simalakama" melekat karena karakteristik buahnya yang ekstrem. Di satu sisi, buah ini menyimpan racun yang mematikan jika dikonsumsi sembarangan. Di sisi lain, buah ini memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa jika diolah dengan tangan yang tepat. Karakter ganda inilah yang melahirkan mitos buah simalakama sebagai simbol pilihan yang sulit.

Fakta Medis: Racun yang Menjadi Obat
Dalam dunia medis dan farmakologi, Mahkota Dewa bukanlah sekadar mitos. Buah ini terbukti memiliki kandungan zat aktif (fitokimia) yang sangat kuat, antara lain:

Alkaloid: Bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh.

Flavonoid: Berfungsi sebagai antioksidan tinggi untuk melancarkan peredaran darah dan menangkal radikal bebas.

Saponin: Sumber antibakteri dan antivirus yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Polifenol: Berperan sebagai antihistamin (anti-alergi).

Karena kandungan tersebut, Mahkota Dewa sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, asam urat, hingga meminimalisir risiko kanker.

Bahaya Mengonsumsi Secara Mentah
Mitos bahwa buah ini berbahaya jika langsung dimakan adalah fakta. Bagian biji dan kulit ari buah Mahkota Dewa mengandung kadar racun yang sangat tinggi. Mengonsumsinya secara langsung dalam keadaan mentah dapat memicu efek samping instan, mulai dari:

Bibir dan mulut membengkak.

Sariawan akut dan rasa terbakar di tenggorokan.

Mual, muntah, hingga kejang.

Pingsan atau kehilangan kesadaran.

Cara Pengolahan yang Aman
Untuk menghilangkan racunnya, buah Mahkota Dewa harus diolah terlebih dahulu. Biasanya, buah yang sudah matang diiris tipis-tipis (dan wajib dibuang bijinya), kemudian dijemur di bawah terik matahari hingga benar-benar kering. Irisan kering inilah yang nantinya direbus dan diminum airnya sebagai teh herbal.

Kesimpulan
Buah Simalakama atau Mahkota Dewa adalah bukti nyata kekayaan alam Nusantara. Ia menjadi pengingat bahwa sesuatu yang berbahaya bisa menjadi penawar yang mujarab, asalkan kita memiliki pengetahuan yang benar untuk mengolahnya.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....