Love Bombing Bukan Cinta, Melainkan Manipulasi

  • 29 Jun 2026 05:54 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Perhatian yang datang secara berlebihan sejak awal perkenalan tidak selalu menjadi tanda cinta yang tulus. Hal tersebut berkaitan dengan love boombing. Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., dalam siaran obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun, menjelaskan fenomena love bombing, yakni pola pendekatan yang memberikan perhatian, hadiah, hingga ungkapan cinta secara berlebihan dalam waktu singkat.

Andi mengatakan bahwa pelaku love bombing biasanya berusaha membangun kedekatan dengan menghubungi calon pasangan hampir sepanjang hari, mulai dari mengucapkan selamat pagi hingga menanyakan aktivitas. Selain itu, mereka juga kerap mengirim makanan serta memberikan kejutan atau hadiah sebagai bentuk perhatian yang berlebihan.

"Yang perlu dipahami, cinta itu adalah sebuah proses. Tidak ada cinta yang benar-benar tumbuh secara instan," ujarnya.

Menurut Andi, cinta berkembang melalui proses saling mengenal, membangun kenyamanan, dan memahami karakter pasangan. Sebaliknya, love bombing berusaha mempercepat proses tersebut dengan membanjiri seseorang menggunakan perhatian yang berlebihan.

Ia mengibaratkan cinta seperti menanam pohon. Air dan pupuk harus diberikan secukupnya agar tanaman tumbuh dengan baik. Jika semuanya diberikan secara berlebihan sejak awal, justru dapat merusak proses pertumbuhannya.

Andi menambahkan, masyarakat perlu berhati-hati apabila seseorang yang baru dikenal sudah berani mengungkapkan rasa cinta hanya dalam hitungan hari. Menurutnya, kondisi tersebut lebih menunjukkan ketertarikan sesaat dibanding cinta yang matang.

“Karena yang namanya cinta itu kan proses. Jadi, enggak ada yang namanya cinta itu muncul secara insta,” tandas Andi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....