HMI Curup Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Tangkal Hoaks dan Rawat Demokrasi
- 28 Jun 2026 18:49 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Rejang Lebong – Maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan demokrasi. Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup menggelar Dialog Kebangsaan sebagai upaya memperkuat literasi kebangsaan sekaligus mengajak mahasiswa menjadi agen penangkal hoaks.
Kegiatan yang mengangkat tema "Aktualisasi Nilai Kebangsaan Dalam Menjawab Tantangan Demokrasi Kontemporer" itu berlangsung di Aula Graha Insan Cita, Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup Utara. Dialog dihadiri Kasat Intelkam Polres Rejang Lebong AKP Singgih Wirastho, S.H., Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kabupaten Rejang Lebong Dewi Murliauni, S.E., Ketua HMI Cabang Curup M. Fikri, serta pengurus dan anggota HMI.
Kasat Intelkam Polres Rejang Lebong AKP Singgih Wirastho mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi melalui sikap kritis yang disertai tanggung jawab. Ia mengingatkan agar setiap informasi yang diterima di media sosial terlebih dahulu diverifikasi sebelum disebarluaskan.
"Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks. Mahasiswa harus menjadi teladan dalam menggunakan media sosial secara bijak serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan," ujar AKP Singgih Wirastho.
Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika demokrasi di era digital.
Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kabupaten Rejang Lebong Dewi Murliauni menambahkan, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang produktif. Ia menilai demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila masyarakat menghargai perbedaan pendapat dan tetap menjaga persatuan.
"Mahasiswa memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan. Jadilah generasi yang mampu menjaga persatuan, berpikir kritis, dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap tindakan," kata Dewi Murliauni.
Dialog ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara narasumber dan peserta. Kegiatan berakhir pukul 18.10 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, sekaligus memperkuat komitmen mahasiswa untuk menjadi pelopor literasi digital dan penguatan nilai kebangsaan di tengah tantangan demokrasi modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....