Puasa Asyura: Melatih Rasa Syukur dan Sabar

  • 27 Jun 2026 18:39 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Aceh Singkil - Puasa Asyura pada 10 Muharram memiliki makna yang dalam bagi umat Islam. Penyuluh Agama Kementerian Agama Aceh Singkil, Ustazah Raihan Maghfirah, M.Ag menjelaskan puasa ini menjadi momentum untuk menumbuhkan syukur, sabar, dan komitmen menjadi orang baik.

Ustazah Raihan menyampaikan bahwa Puasa Asyura merupakan bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah. Melalui puasa, umat Islam melatih hati untuk lebih peka terhadap nikmat yang diberikan, sekaligus menahan diri dari keluh kesah ketika dihadapkan pada cobaan hidup yang berat.

"Makna utama Asyura adalah pengendalian diri. Puasa mengajarkan seseorang untuk tidak dikuasai amarah, tidak tergesa dalam mengambil keputusan, dan tidak mudah berbuat zalim kepada orang lain. Sikap ini menjadi pondasi agar seseorang tetap memilih jalan kebaikan meski berada dalam tekanan," sebutnya Sabtu 27 Juni 2026.

Kesadaran bahwa hidup ini hanya sementara juga menjadi inti dari puasa Asyura. Menurut Ustazah Raihan, kesadaran itu membuat manusia lebih fokus memperbaiki akhlak dan memperbanyak amal. Dunia yang tidak abadi seharusnya tidak menjadi alasan untuk serakah, dengki, atau menindas sesama.

"Puasa Asyura menguatkan kita untuk bersabar dalam ujian, bersyukur dalam nikmat, dan konsisten dalam kebaikan. Inilah nilai hijrah diri yang ingin dihidupkan di bulan Muharram," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....