SEKAR-AMARTA UNY Perkuat Pembelajaran Inklusif lewat Papan Sasmita

  • 25 Jun 2026 07:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan subprogram Kriya Widya Nirmala di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Kencana 1, Sleman, Selasa 23 Juni 2026. Kegiatan ini berfokus pada perakitan media pembelajaran Papan Sasmita bersama guru sebagai upaya memperkuat keberlanjutan program yang tengah dikembangkan oleh tim mahasiswa.

Papan Sasmita merupakan media pembelajaran inovatif yang dirancang untuk mendukung optimalisasi kemampuan kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual melalui pendekatan multisensori berbasis Pendidikan Khas Kejogjaan. Media ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA UNY bersama guru SLB Bhakti Kencana 1 Sleman melakukan perakitan dan uji fungsi Papan Sasmita, media pembelajaran multisensori berbasis Pendidikan Khas Kejogjaan yang dirancang untuk mendukung perkembangan kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual. (Foto: Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi transfer pengetahuan yang dilakukan Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA kepada pihak sekolah. Melalui pelatihan dan pendampingan langsung, guru diharapkan mampu melanjutkan pemanfaatan serta pengembangan media pembelajaran secara mandiri setelah program PKM berakhir.

Program ini melibatkan lima mahasiswa anggota Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, yakni Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. Sementara itu, empat guru SLB Bhakti Kencana 1, yaitu Ibu Tanti, Ibu Mutiara, Ibu Karlina, dan Ibu Risa, turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA UNY bersama guru SLB Bhakti Kencana 1 Sleman berdiskusi dan berpraktik langsung dalam pengembangan Papan Sasmita, media pembelajaran multisensori yang dirancang untuk mendukung kemampuan kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual. (Foto: Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA)

Guru yang dilibatkan dipilih berdasarkan kemampuan dasar dalam memahami perakitan alat elektronik serta pengalaman mereka mendampingi peserta didik dengan disabilitas intelektual. Kriteria tersebut dinilai penting untuk mendukung proses transfer keterampilan sehingga ilmu yang diberikan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada guru lainnya di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan oleh Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tujuan program, konsep dasar Papan Sasmita, serta peran penting guru dalam menjaga keberlanjutan inovasi pembelajaran yang sedang dikembangkan.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA UNY bersama guru SLB Bhakti Kencana 1 Sleman berkolaborasi dalam perakitan Papan Sasmita, media pembelajaran multisensori yang dirancang untuk mendukung perkembangan kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual. (Foto: Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA)

Memasuki sesi inti, tim memperkenalkan berbagai komponen yang terdapat pada Papan Sasmita beserta fungsi masing-masing bagian. Guru diberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung struktur media dan memahami prinsip kerja setiap komponennya sebelum memulai proses perakitan.

Perakitan Papan Sasmita dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dan guru. Pendampingan diberikan pada setiap tahapan agar peserta memahami prosedur kerja secara menyeluruh. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa media yang siap digunakan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan teknis guru dalam membuat media pembelajaran secara mandiri.

Setelah proses perakitan selesai, seluruh komponen media diuji untuk memastikan fungsi dan kelayakannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh bagian Papan Sasmita dapat bekerja sesuai rancangan. Guru juga memperoleh pengalaman dalam melakukan pengecekan dan penanganan awal apabila terjadi kendala saat media digunakan dalam proses pembelajaran.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, menegaskan bahwa kegiatan Kriya Widya Nirmala dirancang untuk membangun kemandirian sekolah dalam mengembangkan media pembelajaran. “Kami ingin memastikan bahwa manfaat program tidak berhenti ketika masa pelaksanaan PKM berakhir. Guru kami libatkan secara langsung dalam proses perakitan agar nantinya sekolah memiliki kemampuan untuk membuat, mengembangkan, dan mereplikasi Papan Sasmita secara mandiri sesuai kebutuhan pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu guru peserta pelatihan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa UNY tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang bermanfaat bagi sekolah. “Kegiatan ini sangat membantu kami memahami cara kerja media pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Kami berharap Papan Sasmita dapat terus digunakan dan dikembangkan untuk mendukung proses belajar siswa di sekolah,” katanya. Melalui kolaborasi yang terjalin, Program SEKAR-AMARTA diharapkan mampu mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan bagi peserta didik dengan disabilitas intelektual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....