Libur Sekolah Jadi Momen Mengenalkan Kembali Permainan Tradisional kepada Anak
- 24 Jun 2026 11:40 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu – Masa libur sekolah dimanfaatkan sejumlah orang tua untuk mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada anak-anak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan permainan digital.
Di sejumlah lingkungan permukiman di Kota Bengkulu, anak-anak mulai diajak memainkan permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, petak umpet, congklak, hingga kelereng. Permainan yang dahulu akrab dimainkan di halaman rumah tersebut kini mulai jarang ditemui seiring perkembangan teknologi.
Salah seorang orang tua, Tiwi mengatakan libur sekolah menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak. Menurutnya, permainan tersebut tidak hanya menyenangkan tetapi juga mengandung nilai kebersamaan dan kerja sama.
"Anak-anak sekarang lebih banyak mengenal permainan di telepon genggam. Karena itu saya mengajak mereka mencoba permainan yang dulu sering kami mainkan agar mereka mengenal budaya permainan tradisional," ujar Tiwi.
Selain memberikan hiburan, permainan tradisional dinilai mampu melatih keterampilan motorik, kemampuan bersosialisasi, dan sportivitas anak. Berbeda dengan permainan digital yang cenderung dilakukan sendiri, permainan tradisional mengharuskan anak berinteraksi secara langsung dengan teman sebayanya.
Raka , salah seorang siswa sekolah dasar yang sedang menikmati masa liburan, mengaku senang setelah mencoba beberapa permainan tradisional bersama teman-temannya. Ia mengaku baru mengetahui cara bermain engklek dan lompat tali dari orang tuanya.
"Awalnya saya tidak tahu cara bermainnya, tetapi setelah diajarkan ternyata seru. Saya jadi bisa bermain bersama teman-teman di luar rumah dan tidak bosan selama liburan," kata Raka.
Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui kegiatan tersebut, orang tua dapat berbagi pengalaman masa kecil sekaligus mengajarkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam setiap permainan.
Mengenalkan kembali permainan tradisional perlu terus dilakukan agar warisan budaya tersebut tidak hilang ditelan zaman. Keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di tengah arus modernisasi.
Melalui momentum libur sekolah, permainan tradisional kembali mendapat ruang di tengah kehidupan anak-anak. Selain menjadi sarana rekreasi yang murah dan menyenangkan, permainan tersebut juga berperan dalam melestarikan budaya lokal serta membangun karakter generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....