FMIPA UNY Dorong Kampung Emas Hijau Berbasis Maggot
- 24 Jun 2026 07:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memulai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institusional Kampung Emas bertajuk “Kampung Emas Hijau: Integrasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot BSF untuk Mendukung Pertanian dan Peternakan Rakyat Pacarejo, Semanu, Gunungkidul.” Kegiatan perdana tersebut digelar pada Kamis 18 Juni 2026 di Rumah Ketua Dusun Kepuh, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Program yang diketuai Dr. Mualimin, M.Pd. ini melibatkan 40 peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Kepuh serta Dusun Kenteng. Melalui kegiatan ini, FMIPA UNY berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan peternakan rakyat.

Pertemuan pertama diawali dengan sesi pembukaan dan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta mengenai pengelolaan sampah organik. Langkah ini dilakukan sebagai dasar dalam menyusun strategi pendampingan dan materi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi dari Tri Wijayanti, praktisi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dari Kampung Emas Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai persoalan sampah organik yang umum terjadi di lingkungan masyarakat serta alternatif solusi yang dapat diterapkan melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis komunitas. “Pengelolaan sampah organik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila dilakukan secara konsisten dan terorganisir,” ujarnya.

Materi yang diberikan meliputi praktik baik pengembangan Kampung Emas, pengenalan maggot Black Soldier Fly (BSF), manfaat maggot sebagai pakan alternatif ternak, hingga pemanfaatan kasgot sebagai pupuk organik. Peserta juga diperkenalkan pada dasar-dasar budidaya maggot yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kelompok masyarakat. “Sampah organik rumah tangga sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber daya yang bernilai dan mendukung kebutuhan pertanian maupun peternakan rakyat,” ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya maggot, pengolahan sampah organik, hingga peluang pemanfaatan hasil budidaya menjadi bagian dari dialog yang berlangsung aktif. Pada pertemuan berikutnya, program akan difokuskan pada praktik langsung pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot BSF. Melalui kegiatan ini, FMIPA UNY berharap masyarakat Pacarejo mampu membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian dan peternakan rakyat di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....