Ekosistem Kewirausahaan Napak Tilas Kyai Ahmad Dahlan Terus Dikembangkan

  • 18 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis gotong royong melalui Program Napak Tilas Jejak KH Ahmad Dahlan. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Organisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) LPEK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang digelar secara hybrid pada Minggu, 31 Mei 2026, di Aula Lantai 1 Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Kyai Haji (KH) Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Umum LPEK PP Muhammadiyah, Drs H Warsangka. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan tidak hanya diarahkan sebagai wisata sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di wilayah yang terlibat maupun kawasan sekitarnya.

“Program Napak Tilas ini diharapkan tidak sekadar menjadi wisata sejarah, tetapi juga menjadi wisata edukasi yang mampu menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Abu Yazid, S.I.P, M.M. selaku Anggota Bidang Oranisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) LPEK PP Muhammadiyah Menyampaikan Paparannya pada FGD OHAL Ekosistem Kewirausahaan LPEK PPM: Program Napak Tilas Jejak KHA. Dahlan (Foto: Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah/LPEK PPM)

Paparan pertama disampaikan oleh Ghifari Yuristiadhi, M.A., M.M., CHE, Wakil Sekretaris 4 LPEK PP Muhammadiyah, yang didampingi Bendahara Umum LPEK PP Muhammadiyah, Nur Aisyah Haifani. Dalam pemaparannya, Ghifari menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang berdiri sejak 1912 memiliki jejak sejarah panjang yang meninggalkan berbagai warisan budaya dan nilai perjuangan yang dapat dikembangkan menjadi aset edukasi sekaligus wisata berbasis heritage.

Menurut Ghifari, peninggalan sejarah Muhammadiyah tidak hanya menjadi bukti perjalanan organisasi selama lebih dari satu abad, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, program napak tilas dinilai dapat menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan KH Ahmad Dahlan kepada generasi muda.

Peserta FGD Bidang Oranisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) LPEK PP Muhammadiyah bersama Pengurus Harian dan Pemangku Kepentingan Program Napak Tilas Jejak KHA. Dahlan. (Foto: Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah/LPEK PPM)

Paparan berikutnya disampaikan oleh Abu Yazid, S.I.P., M.M., anggota Bidang Organisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) LPEK PP Muhammadiyah. Ia menjelaskan struktur kelembagaan Muhammadiyah, fungsi majelis, lembaga, dan biro, serta berbagai ketentuan yang mengatur keberadaan LPEK sebagai salah satu unsur pendukung dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Bidang OHAL LPEK PP Muhammadiyah, Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., memaparkan materi bertajuk “Ekosistem Kewirausahaan LPEK PPM: Program Napak Tilas Jejak KHA Dahlan”. Melalui materi tersebut, peserta diajak membangun kesamaan persepsi mengenai pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis Model Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur yang mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan dalam satu sistem kolaboratif.

Ridwan Selaku Perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Menyampaikan Pendapatnya pada FGD OHAL Ekosistem Kewirausahaan LPEK PPM Program Napak Tilas Jejak KHA. Dahlan. (Foto: Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah/LPEK PPM)

Rika menjelaskan bahwa G2R Tetrapreneur merupakan model silaturahim ekonomi masyarakat yang mengedepankan semangat gotong royong dengan memanfaatkan potensi lokal, sumber daya manusia, budaya, dan jejaring kolaborasi. Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan, tetapi juga membangun sistem ekonomi masyarakat yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Ekosistem kewirausahaan harus dibangun secara terintegrasi agar seluruh potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam diskusi, peserta FGD juga membahas sejumlah tantangan yang masih dihadapi Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan. Beberapa isu yang mengemuka antara lain belum adanya kelembagaan yang secara resmi mengelola lokasi-lokasi ziarah, potensi persaingan harga yang tidak sehat, hingga mekanisme pengelolaan manfaat ekonomi dan keuangan yang masih memerlukan penguatan. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata sejarah secara profesional juga menjadi perhatian utama peserta.

Rika Fatimah P.L., ST., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Bidang Oranisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) LPEK PP Muhammadiyah sekaligus Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur Menyampaikan Paparannya pada FGD OHAL Ekosistem Kewirausahaan LPEK PPM: Program Napak Tilas Jejak KHA. Dahlan. (Foto: Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah/LPEK PPM)

Peserta FGD turut menyoroti keberadaan sejumlah lokasi ziarah yang berada di kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut memerlukan perencanaan yang matang agar aktivitas wisata tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kolaborasi antara pengelola, warga, dan berbagai unsur Muhammadiyah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola wisata yang berkelanjutan.

Melalui FGD ini, LPEK PP Muhammadiyah berharap Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan yang melibatkan kawasan Karangkajen, Kotagede, dan Kauman dapat berkembang menjadi ekosistem kewirausahaan yang saling terhubung dan menguatkan. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi wilayah yang menjadi lokasi utama napak tilas, tetapi juga mampu memperluas dampak ekonomi, sosial, dan edukasi ke berbagai daerah lainnya melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....