Idealitas dan Penghianatan Terhadap Presiden Prabowo

  • 17 Jun 2026 12:53 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini diwarnai oleh berbagai cercaan dan fitnah yang dialamatkan kepadanya. Namun, di tengah gempuran kritik tersebut, kepala negara tetap bersikap tenang dan terbuka terhadap masukan, sekaligus tidak menggubris tuduhan miring yang tidak berdasar.

Meski program strategis yang dirancang dinilai sangat ideal untuk kepentingan dalam negeri, implementasinya kerap terganggu oleh oknum bawahan yang justru mengkhianati kepercayaan yang diberikan. Salah satu contohnya adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dalam tahapan pelaksanaannya dilaporkan terjadi indikasi korupsi besar-besaran.

Menghadapi hal itu, Presiden Prabowo dengan sikap tegas menyatakan bahwa yang bersalah tetap harus diproses hukum dan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus tersebut kepada Kejaksaan Agung sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Dari pandangan kami, ada hal yang memang harus diwanti-wanti oleh Presiden Prabowo saat ini, yaitu perlunya sterilisasi orang-orang di sekitar beliau yang konon disebut sebagai Geng Solo. Sebab, kepemimpinan beliau hari ini masih terlingkari oleh semangat kelompok kekuasaan lama tersebut," ujar Akademisi Ilmu Sosial Politik di Merauke, Syahmuhar Gebze, kepada RRI di Papua Selatan, Rabu 17 Juni 2026.

Meskipun demikian, Syahmuhar meyakini bahwa dengan langkah santun dan penuh keberanian, Presiden Prabowo memiliki cara tersendiri untuk membersihkan kroni-kroni kekuasaan era sebelumnya yang berpotensi bermain nakal dalam implementasi setiap kebijakan yang digagas.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada bawahan selama ini harus dikaji ulang secara berkala agar tidak kembali menghancurkan idealitas program-program unggulan nasional.

Di sisi lain, hal paling fundamental yang kini menjadi konsentrasi utama adalah upaya revolusioner mengenai kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas-komoditas strategis nasional.

Kebijakan ini dinilai memberikan peringatan keras sekaligus menjadi instrumen penertiban pusat-pusat perdagangan regional di Nusantara yang selama bertahun-tahun dibiarkan tanpa pengawasan memadai oleh kekuasaan sebelumnya.

Selama ini, bangsa Indonesia seolah membiarkan kekayaan alamnya dikuras dan didistribusikan oleh negara lain tanpa mendapatkan nilai tambah yang adil.

Kini, ketegasan Presiden dalam menertibkan sektor ekspor tersebut membuat sejumlah negara tetangga diliputi kekhawatiran, karena kebiasaan ekspor secara kompromistis yang tidak berpihak pada Indonesia mulai dipangkas habis secara terstruktur.

Melihat manuver politik ekonomi yang semakin agresif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, rakyat Indonesia khususnya dari kawasan Timur mendoakan yang terbaik untuk kepala negara.

Doa dipanjatkan agar beliau diberikan kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi tantangan kepemimpinan, mulai dari sterilisasi internal dari aroma kekuasaan lama, hingga dinamika global yang kompleks.

Semua tantangan itu diyakini dapat dihadapi dengan langkah tenang, tegas, dan penuh kepastian demi mengevaluasi kerusakan sistem yang terwarisi serta mewujudkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....