Upaya TPK Menyumbung tengah Cegah Stunting

  • 11 Jun 2026 15:01 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Menyumbung Tengah, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, melaksanakan pendampingan keluarga dengan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah pada Selasa, 11 Juni 2026. Kegiatan yang melibatkan tenaga kesehatan, kader TPK, dan kader KB tersebut menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui serta ibu pasca persalinan. Pendampingan dilakukan melalui deteksi dini faktor risiko stunting sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga sasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang, Selly Gathie. Ia menjelaskan bahwa Tim Pendamping Keluarga merupakan program yang dibentuk oleh BKKBN yang kini dikenal sebagai Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Tim ini dibentuk pada akhir tahun 2021 dengan tujuan mendampingi keluarga yang berisiko stunting agar mendapatkan edukasi dan akses pelayanan kesehatan sebelum mengalami kondisi stunting.

Menurut Selly, keberadaan TPK sangat penting karena anggotanya terdiri dari tenaga kesehatan, kader TPK dan kader KB yang secara langsung melakukan kunjungan ke rumah warga. Dalam setiap pendampingan tim dapat memberikan berbagai layanan seperti pemeriksaan kesehatan, edukasi, sosialisasi, hingga mendeteksi risiko kesehatan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. “Tim pendamping keluarga dibentuk agar masyarakat mendapatkan pendampingan dan edukasi terkait pelayanan kesehatan sehingga faktor risiko stunting dapat diketahui lebih awal”. Katanya.

Lebih lanjut Selly menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional. Ada empat fokus utama dalam pendampingan yang dilakukan TPK yakni deteksi dini faktor risiko stunting, pemberian edukasi kesehatan reproduksi, gizi seimbang, pola asuh dan pentingnya ASI eksklusif, memfasilitasi akses pelayanan kesehatan dan rujukan serta membantu keluarga mengakses bantuan sosial. Kelompok sasaran yang masuk kategori keluarga berisiko stunting meliputi calon pengantin, remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui atau pasca persalinan, serta keluarga dengan anak usia 0–59 bulan yang hidup dalam kondisi kurang mampu atau memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

Sementara itu, salah seorang ibu hamil yang menerima kunjungan TPK Devi Pratiwi mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan. Ia mengatakan telah mendapatkan pendampingan sejak usia kehamilan empat hingga lima bulan. Melalui kunjungan tersebut, dirinya memperoleh berbagai informasi mengenai pemeriksaan kehamilan, kesehatan ibu hamil serta pemilihan makanan yang baik untuk mendukung kesehatan ibu dan janin. “Sangat sangat membantu sih kak apalagi kalau ibu hamil yang misalnya jarang mau keluar rumah ada kader yang ke rumah kan bisa membantu jadi tidak ketinggalan informasi tentang gizi atau apa gitukan tentang pemeriksaan juga”. Ucapnya. Menurutnya kehadiran kader yang datang langsung ke rumah sangat membantu terutama bagi ibu hamil yang jarang keluar rumah sehingga tetap mendapatkan informasi penting terkait gizi dan pemeriksaan kesehatan selama masa kehamilan.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....