RRI Perkuat Jurnalisme Digital Berkualitas Melalui Diklat Mandiri Berkala
- 09 Jun 2026 13:53 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pendidikan dan Latihan (Diklat) secara mandiri adalah proses peningkatan kompetensi secara fleksibel.
Diklat mandiri sangat memungkinkan peserta mengatur kecepatan dan waktu belajarnya sendiri melalui pilihan modul maupun platform digital.
Bahkan hal ini dinilai sangat penting untuk fleksibilitas waktu, hingga efisiensi biaya. Tidak hanya itu, Diklat mandiri memungkinkan personalisasi materi sesuai dengan kebutuhan spesifik dan tantangan di lingkungan kerja masing-masing. Terlebih bagi para pekerja berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dituntut harus memenuhi Jam Pelajaran (JP) dalam laporan E-Kinerja kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Hal itu pula yang sedang digenjot pada Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) secara terjadwal, berkala, dan pendampingan tim khusus yang dibentuk Dewan Direksi.
Salah satu contohnya, Kelas Jurnalisme Berkualitas (KJB) yang sudah memasuki pertemuan ke-16 pada Senin 8 Juni 2026. Kelas jarak jauh (daring) ini diasuh Lestantya R. Baskoro, Eks Executive Editor Koran Tempo (https://id.linkedin.com/in/lestantya-r-baskoro-2084936a) .
Baskoro menyampaikan bahwa penulisan online (berita Cyber) adalah kebiasaan baru yang terus dipertajam oleh LPP RRI sejak penyesuaian diri menjadi lembaga penyiaran yang Multiplatform Media. Tidak hanya sekedar siaran Audio melainkan berjalan beriringan lewat pemberitaan website RRI.CO.ID yang menyajikan berita tulis disertai foto yang dapat dibaca oleh khalayak melalui koneksi jaringan internet.
Karena itu menurut Baskoro, Berita Online RRI harus mampu bersanding dengan portal ternama lainnya. Strateginya adalah lewat kualitas tulisan yang diangkat ke website. Semakin unik dan menarik maka akan semakin dilirik oleh algoritma mesin pencari di internet.
Untuk saat ini, lanjutnya, Portal RRI masuk 35 besar Situs terkuat di Google Indonesia (Data SERP Google, Mei 2026). Kata kunci di Google mencapai 964.361 Keyword, dan Estimasi Traffic Organik 16,98 juta Pengunjung.
Untuk diketahui, SERP adalah singkatan dari Search Engine Results Page (Halaman Hasil Mesin Pencari). Ini adalah halaman web yang ditampilkan oleh mesin pencari (seperti Google, Bing, atau Yahoo) sebagai respons terhadap kata kunci (keyword) yang diketikkan pengguna.
Untuk penggunaan gratis bisa di link WhatsMysSerp: (https://whatsmyserp.com/serp-check) atau di link SERPROBOT (https://www.serprobot.com/serp-check) dan lain-lain.
"Masalah RRI saat ini bukan ditemukan atau tidak di Google. RRI sudah sangat kuat di mesin pencari. Tantangannya adalah meningkatkan kualitas pengalaman pengguna agar trafik besar yang sudah datang bisa dikonversi menjadi pembaca yang lebih loyal", tandas Baskoro.
Ia tidak menafikan penggunaan aplikasi Artificial Intelligence (AI) oleh para penulis. Akan tetapi, jangan sampai kemudian membuat penulis menjadi ketergantungan terhadap AI dalam menulis. Karena tulisan-tulisan yang melewati sebuah proses susunan 5 W + 1 H akan jauh lebih bernilai dan manusiawi karena dari situlah tergambar nilai kreativitas dan inovasi dari seorang penulis berita.
"Bersyukurlah jika anda menjadi orang-orang yang melewati proses belajar, proses dari kesalahan-kesalahan, karena dari sanalah kita memperoleh pengalaman-pengalaman tanpa mengandalkan bantuan AI", imbuhnya.
Tidak kelas KJB jarak jauh, RRI Lhokseumawe pun tidak mau ketinggalan untuk terus melakukan pembenahan internal dalam penulisan berita online melalui penajaman standarisasi dalam pedoman "Buku Gaya" yang telah diterbitkan LPP RRI untuk pedoman penulisan berita online.
Latihan Mandiri untuk Peningkatan Kompetensi kembali digelar pada Selasa 9 Juni 2026 di Aula Multipurpose RRI Lhokseumawe bertema "Menulis KBRN sesuai Buku Gaya" dengan pemateri Ridhwan Zul atau yang akrab disapa RZ Ketua Tim bidang Pemberitaan.
"Mungkin bagi pegawai yang berprofesi sebagai Reporter, mungkin menulis berita bukan hal yang terlalu sulit karena memperoleh konfirmasi dari narasumber. Akan tetapi bagi yang ditugaskan menulis Artikel atau sisi lain dari sebuah pemberitaan maka ini menjadi tantangan tersendiri, terutama saat kehabisan ide atau artikel yang menarik dibaca", ungkap Ridhwan Zul.
Karena itu diperlukan fokus dan konsentrasi untuk terus menulis, dan memperhatikan sisi lain dari sebuah pemberitaan.
"Tantangannya kemudian adalah menghindari tulisan copy paste. Hal ini pasti butuh usaha tertentu. Misalnya merangkai kembali dengan menyertakan sumber sebelumnya. Ini tidak mudah, namun perlu terus dilatih", pinta Ridhwan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....