Unpatti Ambon & Program INOVASI Fase 3 Gelar Workshop Penguatan Pendidikan Daerah

  • 08 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Program INOVASI Fase 3 bekerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Workshop Berbagi Pengalaman dan Penggalian Ide bertema “Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bagi Pemerintah Daerah” di Ballroom V Hotel Santika Ambon, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk berbagi praktik baik, menggali gagasan inovatif, serta memperkuat kontribusi LPTK dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Workshop tersebut dihadiri Direktur Pendidikan Profesi Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ferry Maulana Putra; Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy; Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Abidin Wakanno; Provincial Manager Program INOVASI, Mus Mualim; perwakilan pemerintah daerah mitra Program INOVASI; Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP); Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK); serta 17 LPTK dari berbagai provinsi seperti Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti dan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon.

Turut hadir secara luring Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hannah Derwent, serta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani.

Dekan FKIP Universitas Pattimura sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa workshop ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan Program INOVASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Kami meyakini bahwa kegiatan ini bukan sekadar workshop, tetapi menjadi ruang kolaboratif untuk menggali ide, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun pendidikan yang berkualitas melalui pendekatan berbasis mutu, tidak hanya untuk Maluku tetapi juga Indonesia,” ujarnya.

Menurut Wenno, kehadiran berbagai LPTK dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan memperkuat jejaring kerja sama dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Program INOVASI yang telah membuka ruang kolaborasi bagi Universitas Pattimura dan UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon dalam mengembangkan berbagai inovasi pendidikan yang berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....