Apakah Penggunaan Earphone Bluetooth Memicu Risiko Nodul Tiroid?
- 07 Jun 2026 19:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penggunaan earphone nirkabel berbasis Bluetooth telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Mulai dari mendengarkan musik, bermain game, hingga menghadiri rapat daring, perangkat ini sering menempel di telinga selama berjam-jam. Namun, belakangan muncul kekhawatiran di masyarakat mengenai efek radiasinya terhadap kesehatan leher, khususnya risiko terbentuknya nodul tiroid (benjolan pada kelenjar tiroid).
Apakah kekhawatiran ini memiliki dasar ilmiah, ataukah sekadar mitos?
Sebuah studi epidemiologi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ternama Scientific Reports (Nature Portfolio) mencoba menjawab teka-teki ini menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Radiasi Non-Ionisasi dan Kelenjar Tiroid
Secara ilmiah, Bluetooth memancarkan radiasi elektromagnetik frekuensi radio (Radiofrequency Radiation / RFR). Berbeda dengan sinar-X, radiasi Bluetooth bersifat non-ionisasi, artinya energinya terlalu lemah untuk merusak DNA sel secara langsung.
Meski demikian, kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher merupakan salah satu organ yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Karena posisi earphone Bluetooth (terutama jenis in-ear atau neckband) relatif dekat dengan area leher, muncul hipotesis mengenai efek termal dan non-termal dari paparan gelombang mikro ini jika terjadi secara akumulatif dalam jangka panjang.
Temuan Studi Terbaru: Durasi Jadi Kunci
Dalam riset bertajuk "Epidemiological exploration of the impact of bluetooth headset usage on thyroid nodules...", tim peneliti menganalisis data menggunakan model pembelajaran mesin (XGBoost) dan analisis SHAP (Shapley Additive Explanations) untuk mengukur faktor risiko yang paling memengaruhi kemunculan nodul tiroid.
Hasil analisis data menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan:
- Dua Faktor Terbesar: Usia dan durasi penggunaan harian earphone Bluetooth diidentifikasi sebagai dua faktor paling signifikan yang berkaitan dengan peningkatan risiko nodul tiroid dalam kelompok yang diteliti.
- Efek Akumulatif: Data menunjukkan adanya korelasi kuat antara paparan jangka panjang (penggunaan terus-menerus selama berjam-jam setiap hari) dengan potensi terbentuknya benjolan pada kelenjar tiroid.
- Jenis Perangkat: Mayoritas partisipan dalam studi tersebut menggunakan tipe in-ear (75,6%) yang terhubung langsung ke ponsel pintar mereka.
Sikap Bijak: Jangan Panik, Batasi Durasi
Para ahli menekankan bahwa hasil studi ini tidak berarti kita harus membuang earphone Bluetooth sama sekali. Nodul tiroid sendiri sebagian besar bersifat jinak (bukan kanker) dan berkembang secara lambat.
Namun, studi ini menjadi alarm penting bagi masyarakat digital untuk mulai membatasi durasi penggunaan. Beberapa tips aman yang direkomendasikan antara lain:
- Gunakan Aturan 60/60: Dengarkan audio dengan volume maksimal 60% dan batasi waktu penggunaan maksimal 60 menit, lalu istirahatkan telinga dan area leher.
- Gunakan Loudspeaker atau Kabel: Jika harus melakukan panggilan telepon atau rapat kerja yang memakan waktu berjam-jam, beralihlah ke mode speaker atau gunakan earphone kabel konvensional untuk menjauhkan sumber gelombang radio dari area kepala dan leher.
- Periksa Mandiri: Lakukan pemeriksaan leher secara berkala di depan cermin saat menelan untuk melihat apakah ada benjolan yang tidak biasa.
Penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme biologis langsung masih terus berjalan, namun menjaga jarak dan membatasi durasi adalah langkah preventif terbaik yang bisa dilakukan saat ini.
(sumber: Zhou, N., Qin, W., Zhang, J. J., Wang, Y., Wen, J. S., & Lim, Y. M. (2024). Epidemiological exploration of the impact of bluetooth headset usage on thyroid nodules using Shapley additive explanations method. Scientific Reports | Koshy, G., Baby, N. M., & Mathew, A. (2017). The effect of electromagnetic radiation due to mobile phone use on thyroid function in medical students... Indian Journal of Endocrinology and Metabolism)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....