Pengamat Ajak Publik Jaga Persatuan di tengah Polemik Film Pesta Babi

  • 05 Jun 2026 02:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat politik Muhammad Busro Asmuni mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah perdebatan publik
  • Ini terkait film dokumenter Pesta Babi yang belakangan menjadi perhatian berbagai kalangan
  • Menurut Busro, setiap karya seni dan produk budaya memiliki ruang dalam kehidupan demokrasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat politik Muhammad Busro Asmuni mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah perdebatan publik. Ini terkait film dokumenter Pesta Babi yang belakangan menjadi perhatian berbagai kalangan.

Menurut Busro, setiap karya seni dan produk budaya memiliki ruang dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, kebebasan berekspresi juga perlu diiringi dengan tanggung jawab sosial agar tidak menimbulkan dampak yang berpotensi memperlebar perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Indonesia merupakan bangsa yang dibangun di atas keberagaman. Karena itu, setiap karya yang hadir di ruang publik perlu mempertimbangkan dampak sosial yang mungkin muncul di masyarakat,” kata Busro, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menilai karya budaya, termasuk film dokumenter, dapat menjadi sarana edukasi dan refleksi sosial. Namun pada saat yang sama, seluruh pihak juga perlu memperhatikan sensitivitas publik agar dialog yang tercipta tetap berlangsung secara konstruktif.

Menurut Busro, perbedaan pandangan terhadap sebuah karya merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang diskusi dan pertukaran gagasan perlu terus dijaga agar tidak berkembang menjadi polarisasi yang dapat mengganggu kohesi sosial.

“Kebebasan berkarya merupakan bagian penting dari demokrasi. Tetapi juga perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga persatuan dan harmoni sosial,” ujarnya.

Busro mengatakan persatuan nasional merupakan modal utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku industri kreatif, memiliki peran dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat hidup bersama dalam keberagaman.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai perdebatan yang muncul secara bijaksana dengan mengedepankan dialog, keterbukaan. Serta penghormatan terhadap perbedaan pandangan.

“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga agar perbedaan itu tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan kepentingan bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Busro berharap berbagai karya yang lahir di ruang publik dapat menjadi medium yang memperkaya wawasan masyarakat. Sekaligus memperkuat semangat persatuan bangsa.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Sehingga ruang publik perlu terus dijaga sebagai sarana membangun pemahaman, memperkuat toleransi, dan merawat integrasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....