Dokter Spesialis Jiwa Bagikan Tips Jaga Kesehatan Mental Anak di Era Digital

  • 28 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Era digital membawa tantangan besar bagi tumbuh kembang anak, terutama terkait paparan informasi dan tekanan sosial di dunia maya yang rentan memicu gangguan psikologis. Menanggapi fenomena tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater), dr. Sherly Yakobus, Sp.KJ., menegaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam menjaga dan membentengi kesehatan mental anak sejak dini agar tidak berdampak buruk pada masa depan mereka.

Dalam dialog interaktif bersama RRI pada Rabu (12/5/2026), dr. Sherly mengungkapkan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah membangun komunikasi yang terbuka. Orang tua dituntut mampu menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak agar mereka mau bercerita mengenai seluruh pengalaman digitalnya. Selain itu, anak juga perlu diajarkan empati, etika digital, serta keterampilan manajemen emosi agar bijak merespons dinamika di media sosial.

Lebih lanjut, dr. Sherly menyarankan agar pengaturan waktu penggunaan gawai (gadget) pada anak tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui diskusi dan kesepakatan bersama secara konsisten. Pembatasan gawai yang sehat ini bertujuan untuk mendorong anak kembali aktif di dunia nyata. Orang tua wajib memfasilitasi anak dengan berbagai kegiatan fisik, menyalurkan hobi, serta meningkatkan interaksi sosial secara tatap muka dengan keluarga maupun teman sebaya.

Kendati demikian, orang tua juga diminta untuk tetap peka terhadap perubahan perilaku anak yang menjadi indikasi adanya masalah psikologis. Beberapa tanda peringatan yang harus diwaspadai antara lain terjadinya perubahan emosi ekstrem secara berkepanjangan, kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami kesulitan tidur atau mimpi buruk, hingga terjadinya penurunan prestasi dan minat belajar yang drastis

Apabila tanda-tanda gangguan tersebut mulai muncul dan bertahan dalam jangka waktu lama, dr. Sherly mengimbau para orang tua agar tidak ragu atau malu untuk segera mencari bantuan profesional. Berkonsultasi dengan psikolog anak atau profesional kesehatan mental lainnya menjadi langkah penanganan yang tepat demi memulihkan kembali kondisi psikologis dan keseimbangan emosional anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....