Tradisi Nyekar usai Salat Idul Adha Masih Lestari di Aceh Tamiang
- 28 Mei 2026 13:32 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Suasana Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya diwarnai dengan pelaksanaan salat dan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tradisi unik masyarakat yang langsung melakukan nyekar atau ziarah kubur setelah salat Id. Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun dan masih dijaga oleh sebagian besar warga sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Sejumlah pemakaman umum di berbagai desa tampak ramai dipadati masyarakat sejak pagi hari.
Bagi warga Aceh Tamiang, ziarah usai salat Idul Adha memiliki makna mendalam karena menjadi momen untuk mengenang jasa orang tua, keluarga, serta kerabat yang telah lebih dahulu berpulang. Banyak keluarga datang bersama-sama sambil membawa air bunga dan membacakan doa di pusara sanak saudara. Suasana haru terlihat ketika warga memanjatkan doa dengan penuh khusyuk, berharap amal ibadah keluarga mereka diterima di sisi Allah SWT.
Tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa tradisi nyekar ini bukan sekadar kebiasaan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Momentum Idul Adha dianggap tepat untuk mempererat hubungan keluarga, baik dengan yang masih hidup maupun dengan mengenang mereka yang telah tiada. Selain itu, ziarah kubur juga menjadi sarana memperkuat nilai religius dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Meski zaman terus berkembang, tradisi nyekar selepas salat Idul Adha tetap bertahan di tengah masyarakat Aceh Tamiang. Banyak generasi muda yang kini ikut melestarikan kebiasaan tersebut bersama orang tua mereka. Warga berharap tradisi penuh makna itu terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya dan nilai spiritual masyarakat Aceh Tamiang yang sarat dengan penghormatan kepada keluarga serta ajaran agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....