Harum Bunga Makam Hidupi Harapan Aminah

  • 27 Mei 2026 09:46 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Aroma campuran bunga dan daun pandan menyambut siapa saja yang melintas di kawasan Pemakaman Umum Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, pada Rabu , 27 Mei 2026.

Di atas meja kecil di pinggir jalan, Aminah sibuk merapikan bungkus-bungkus bunga tabur yang tersusun rapi untuk para peziarah.

Perempuan paruh baya itu sudah bertahun-tahun menjalani rutinitas yang sama setiap menjelang Hari Raya Iduladha. Saat banyak warga datang berziarah untuk mendoakan keluarga yang telah tiada, Aminah hadir dengan setumpuk harapan dari jualan bunga makamnya.

Tangannya bergerak cekatan mencampur aneka bunga dan irisan daun pandan ke dalam plastik bening. Harum khas dari campuran itu menjadi aroma yang begitu lekat dengan tradisi ziarah kubur di Aceh.

“Kalau Lebaran Haji begini biasanya lebih ramai. Dari pagi orang sudah mulai datang,” tutur Aminah sambil tersenyum ramah.

Bunga tabur tersebut dijual seharga 5 ribu per bungkus. Tidak mahal, namun cukup berarti bagi warga yang ingin berziarah. Aminah juga menyiapkan ember berisi air agar peziarah dapat menyiram makam keluarga mereka.

Bagi Aminah, berdagang bunga makam bukan sekadar mencari keuntungan. Ada cerita panjang tentang perjuangan hidup yang terus ia jalani dari tahun ke tahun. Momen hari besar keagamaan seperti Idul Adha menjadi waktu yang paling dinantikan karena dagangannya lebih cepat habis dibanding hari biasa.

Di tengah ramainya kendaraan dan peziarah yang hilir mudik, Aminah tetap duduk setia di tempatnya. Wajahnya tampak lelah, namun sorot matanya menyimpan rasa syukur.

Tradisi ziarah kubur menjelang Idul Adha memang masih kuat di tengah masyarakat Aceh. Banyak keluarga datang untuk memanjatkan doa, membersihkan pusara, hingga menabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada keluarga yang telah meninggal dunia.

Bagi Aminah, keramaian itu bukan hanya tentang ramainya pembeli. Di balik harum campuran bunga dan daun pandan yang ia jual, terselip harapan sederhana agar rezeki terus datang dan kehidupannya tetap berjalan di tengah kerasnya kebutuhan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....