Pencegahan dan Deteksi Dini Menurunkan Penyakit Preeklamsia

  • 30 Mei 2026 19:19 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Melakukan deteksi dini bagi ibu hamil akan mencegah terkena preeklamsia
  • Preeklamsia seringkali tidak menimbulkan gejala ketika di tahap awal tapi baru menyadari ketika gejala berat muncul
  • Melalui peringatan Hari Preeklamsia masyarakat akan semakin sadar dan peduli terhadap kesehatan ibu hamil

RRI.CO.ID, Palembang - Melakukan deteksi dini bagi ibu hamil akan mencegah terkena preeklamsia yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai peningkatan darah tinggi. Hal ini dijelaskan dokter Abarham Martadiansyah Konsultan Fetomaternal dan Ketua HKFM Cabang Palembang ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Jumat 22 Mei 2026.

Dokter Abarham menerangkan alasan diperingatinya Hari Preeklamsia setiap tanggal 22 Mei untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Dimana kejadian preeklamsia mencapai hingga 10 persen setiap tahunnya.

Preeklamsia seringkali tidak menimbulkan gejala ketika di tahap awal tapi baru menyadari ketika gejala berat muncul. Seperti sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, sesak nafas dan bengkak sehingga penting dilakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

"Pentingnya pola makan yang sehat bagi ibu hamil dan memahami makan tidak perlu berlebihan tapi makan dengan pola yang benar dan seimbang," tegas dokter Abarham.

Ibu hamil disarankan untuk konsumsi makanan alami seperti nasi, jagung, ubi, telur, tahu dan tempe. Selain itu hindari makanan olahan tinggi gula dan garam demi keselamatan ibu dan janin.

Selain itu Program MBG dari Pemerintah turut membantu memberikan nutrisi bagi ibu hamil. Namun kebutuhan gizi harian tetap harus terpenuhi secara mandiri di rumah.

Dokter Abarham menambahkan komplikasi preeklamsia sering membahayakan ibu dan janin. Kondisi ini menyebabkan stroke, kejang hingga gagal organ yang akan menghambat pertumbuhan janin sehingga menyebabkan kelahiran prematur.

Usia kehamilan diatas 35 tahun juga menjadi faktor risiko preeklamsia yang sedang hingga tinggi. Termasuk riwayat hipertensi, diabetes, obesitas dan riwayat preeklamsia sebelumnya sehingga calon ibu disarankan melakukan pemeriksaan sebelum merancang kehamilan.

"Melalui peringatan Hari Preeklamsia masyarakat akan semakin sadar dan peduli terhadap kesehatan ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan rutin karena pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah terbaik untuk menurunkan risiko preeklamsia," pesan dokter Abarham menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....