Tips Aman saat Terjadi Pemadaman Listrik Massal ( Blackout )

  • 23 Mei 2026 18:31 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Jumat malam, 22 Mei 2026, menarik perhatian masyarakat. Kondisi tersebut membuat berbagai aktivitas warga terganggu akibat terputusnya pasokan listrik secara mendadak dan meluas.

Blackout merupakan kondisi padamnya aliran listrik total tanpa peringatan dalam cakupan wilayah yang luas. Berbeda dari pemadaman bergilir, blackout biasanya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama karena gangguan sistem utama.

Saat blackout terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi gelap mendadak. Kondisi panik justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun kesalahan saat mengambil keputusan darurat.

Warga disarankan segera mencabut perangkat elektronik dari stopkontak ketika listrik padam secara tiba-tiba. Langkah tersebut penting untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan daya saat listrik kembali menyala mendadak.

Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan power bank dan menghemat penggunaan baterai telepon seluler selama blackout berlangsung. Penggunaan ponsel seperlunya membantu menjaga komunikasi tetap tersedia dalam kondisi darurat atau mendesak.

Untuk penerangan, warga sebaiknya menggunakan senter atau lampu darurat LED yang lebih aman dan praktis. Jika menggunakan lilin, pastikan diletakkan jauh dari benda mudah terbakar maupun jangkauan anak-anak.

Pintu kulkas sebaiknya tidak terlalu sering dibuka selama listrik masih belum kembali menyala normal. Cara sederhana itu membantu menjaga suhu dingin agar makanan tidak cepat rusak atau basi.

Pengguna genset diminta menempatkan alat tersebut di luar rumah atau area terbuka yang aman. Asap genset mengandung karbon monoksida beracun yang berbahaya jika terhirup dalam ruangan tertutup.

Pendengar Pro 2 RRI Sibolga, pada Acara Sore Ceria, Sabtu, 23 Mei 2026, Naufal Hasibuan dalam komentarnya mengaku sempat panik saat blackout terjadi pada malam hari. Ia mengatakan, “Semalam rumah langsung gelap, sinyal hilang, dan semua orang mencari penerangan darurat.”

Naufal juga mengungkapkan keluarganya segera mencari lampu darurat dan memeriksa persediaan air bersih di rumah. Menurutnya, pengalaman blackout kemarin membuat keluarganya waspada menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.

Selain itu, masyarakat disarankan menyimpan nomor darurat dan memastikan kendaraan memiliki bahan bakar yang cukup. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak ketika aktivitas publik terganggu akibat blackout.

Kejadian blackout di Sumatera menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gangguan listrik berskala besar. Dengan persiapan sederhana dan sikap tenang, masyarakat dapat tetap aman selama pemadaman berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....