Mahasiswa Untirta Raih Juara Debat Nasional Bergengsi

  • 25 Mei 2026 11:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hatta Dewantara, berhasil meraih juara satu sekaligus predikat Best Speaker dalam ajang Lomba Debat Manajemen Fair 2026 tingkat nasional di Bandar Lampung. Prestasi tersebut diraih bersama timnya setelah melalui proses persiapan intensif selama beberapa bulan.

Harta mengaku awalnya tidak memiliki dasar kemampuan debat. Ia lebih dahulu aktif di bidang kepenulisan seperti esai, business plan, dan karya tulis ilmiah sebelum akhirnya mencoba dunia debat kompetitif.

“Awalnya saya memang di kepenulisan, enggak ada basic debat sama sekali. Terus diajak teman untuk mencoba ikut lomba debat,” kata mahasiswa asal Kota Serang itu, Senin, 25 Mei 2026.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam debat adalah kemampuan berbicara spontan di depan publik. Berbeda dengan menulis yang masih dapat diperbaiki, debat menuntut peserta berpikir cepat dan menyampaikan argumen secara runtut.

“Kalau debat itu spontan. Salah ngomong enggak bisa dihapus kayak nulis,” ujarnya.

Hatta mengatakan, keberhasilannya tidak lepas dari dukungan rekan satu timnya, Dimas dan Gibran, yang sudah lebih dulu berpengalaman di bidang debat. Mereka rutin berlatih bersama dengan membedah argumentasi hingga detail pemilihan kata.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta membahas tema Sustainable Development Goals (SDGs) yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Hatta menjelaskan debat tidak hanya menilai kemenangan argumen, tetapi juga kemampuan public speaking dan cara menyampaikan data secara menarik kepada audiens.

“Debat itu bukan cuma menang argumen, tapi bagaimana kita bisa meyakinkan juri dan audiens dengan fakta dan data,” ucapnya.

Ke depan, Hatta berencana kembali fokus mengikuti kompetisi kepenulisan dan esai tingkat internasional. Ia juga berharap prestasinya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai kompetisi akademik.

Menurutnya, kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena pengalaman dan proses belajar menjadi nilai penting dalam pengembangan diri mahasiswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....