PCNU Maluku Tenggara Tekankan Peran Ansor Jaga Persatuan dan Nilai Adat

  • 21 Mei 2026 19:11 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Ketua Nahdlatul Ulama Cabang Maluku Tenggara, Ahmad Raharusun, menegaskan peran kader Gerakan Pemuda Ansor dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, serta nilai adat di daerah kepulauan. Penegasan itu disampaikan saat pelantikan kepengurusan GP Ansor Cabang Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (20/5/2026).

Menurut Ahmad, keberadaan Ansor dan badan otonom Nahdlatul Ulama tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kaderisasi pemuda Islam, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga hubungan sosial, kebangsaan, dan kehidupan masyarakat secara harmonis. Ia menilai tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut organisasi kepemudaan hadir sebagai perekat persatuan di tengah masyarakat.

“Hari ini adalah momentum untuk meneguhkan kembali komitmen sebagai pemuda Nahdlatul Ulama di bumi Larvul Ngabal dan bumi Meren untuk menjaga agama, menjaga bangsa, dan menjaga adat istiadat yang ada di negeri ini,” kata Raharusun.

Raharusun menjelaskan konsep jam’iyah Nahdlatul Ulama dibangun di atas prinsip persaudaraan kemanusiaan yang memandang seluruh manusia sebagai saudara tanpa membedakan latar belakang. Prinsip itu, menjadi dasar dalam membangun hubungan baik antarumat manusia, sesama warga bangsa, dan sesama umat beragama demi menjaga kehidupan sosial tetap damai.

“Semua orang yang menghirup udara adalah saudara kita. Karena itu, konsep jam’iyah Nahdlatul Ulama mengajarkan bagaimana menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Raharusun juga menegaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar perjuangan Nahdlatul Ulama mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dan mendukung stabilitas pemerintahan. Karena itu, kehadiran Ansor dan Banser tidak hanya sebagai kekuatan organisasi kepemudaan, tetapi juga bagian dari elemen sosial yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pelantikan kepengurusan GP Ansor Cabang Maluku Tenggara turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan di wilayah kepulauan Maluku Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....