Bangkit Bersama untuk Indonesia melalui Bait Puisi

  • 19 Mei 2026 23:18 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • 20 Mei menjadi momentum penting untuk mengingat perjuangan Bangsa
  • Kebangkitan Nasional di era digital harus dimulai dari kesadaran generasi muda untuk mencintai identitas bangsa sendiri
  • Salah satu puisi yang membangkitkan jiwa Nasionalisme berjudul "Aku Indonesia"

RRI.CO.ID, Palembang - Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi momentum penting untuk mengingat perjuangan Bangsa Indonesia dan tema inilah juga yang menginspirasi puisi malam ini. Hal ini dijelaskan Dwi Oktisari Dosen Fakultas Adminitrasi Universitas Sjakhyakirti dan Deklamatris Sanggar Sastra ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Senin 18 Mei 2026.

Dwi Oktisari menerangkan melalui puisi sebagai sarana untuk menyampaikan keresahan sekaligus harapan. Seperti dalam puisi berjudul "Renungan" yang menggambarkan kegelisahan sekaligus harapan agar Bangsa Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tantangan zaman.

"Puisi sudah dicintai sejak di bangku sekolah sehingga apapun kejadian yang dirasakan bisa dijadikan tulisan bait puisi yang menjadikannya sarana utama memperkenalkan sastra kepada diri sendiri," tegas Dwi.

Kebangkitan Nasional di era digital harus dimulai dari kesadaran generasi muda untuk mencintai identitas bangsa sendiri. Hal ini bisa dilakukan bangga memakai produk lokal sampai mengenalkan budaya Indonesia ke dunia luar Internasional.

Dwi menjelaskan puisi berjudul "Bangkitla Indonesiaku" membawa makna bahwa pemuda Indonesia harusla tetap bersatu. Melanjutkan perjuangan para pahlawan dan menjaga persatuan dan kesatuan.

Semangat Nasionalisme akan juga terwujud dalam sebuah organisasi dan kepemimpinan. Dimana perubahan yang akan membawa perubahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum memperbaiki organisasi agar nantinya bisa berkembang ditengah perkembangan.

Salah satu puisi yang membangkitkan jiwa Nasionalisme berjudul "Aku Indonesia" karya dari Bung Karno begitu menggelorakan semangat rasa cinta pada Bangsa Indonesia. Selain itu puisi ini sebagai pengingat bahwa semangat Nasionalisme harus tetap hidup di hati generasi muda.

"Generasi muda diharapkan mempunyai peran penting dalam menjaga persatuan, terus berkarya untuk mencintai budaya lokal dan mempertahankan semangat Kebangkitan Nasional ditengah arus globalisasi," pesan Dwi menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....