DPR Dorong Kapasitas Laboratorium Perbatasan

  • 07 Mei 2026 17:38 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Anggota Komisi IV DPR RI mengunjungi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua Selatan, Badan Karantina Indonesia (Barantin). Kunjungan ini bertujuan memperkuat fungsi, sinergisitas, dan pengawasan serta meningkatkan kapasitas layanan karantina di wilayah Papua Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya penguatan fungsi dan kapasitas laboratorium dalam memberikan jaminan hasil pengujian yang dapat diakui secara nasional maupun internasional. Ketersediaan peralatan laboratorium modern dan lengkap dinilai menjadi kebutuhan utama untuk mengawal program strategis pemerintah pusat dan daerah, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Kami mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan laboratorium, penguatan pengawasan di wilayah perbatasan, serta dukungan terhadap komoditas unggulan daerah agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkap Sulaiman L. Hamzah, anggota Komisi IV DPR RI.

Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, menyampaikan bahwa dukungan pengawasan karantina yang optimal menjadi kunci menjaga kualitas layanan, keamanan, dan kelancaran arus lalu lintas komoditas, baik antarpulau maupun antarnegara. Menurutnya, penguatan laboratorium dan sistem pengawasan merupakan langkah penting menuju sistem perkarantinaan yang andal.

“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas laboratorium, memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan, serta memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina. Hal ini mampu memberikan jaminan kesehatan dan keamanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Irsan.

Irsan menambahkan, dinamika risiko terus berkembang, termasuk dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pemasukan bibit tebu dan pengembangan peternakan. Tantangan pengendalian penyakit zoonosis pada ternak utama—demam babi Afrika (ASF), penyakit mulut dan kuku (PMK), serta kulit berbenjol (LSD)—menuntut kemampuan deteksi yang cepat dan akurat.

“Kondisi ini mengharuskan laboratorium semakin siap, adaptif, dan responsif, sehingga kebijakan karantina yang diambil dapat lebih tepat, cepat, dan berbasis risiko,” imbuhnya.

Papua Selatan memiliki potensi komoditas unggulan seperti pinang, sirih, cabai, bawang, serta gelembung ikan untuk ekspor. Pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dan PLBN Sota, menjadi perhatian serius.

“Peran strategis perbatasan sebagai pintu keluar masuk komoditas menuntut pengawasan yang ketat, guna mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit serta menjaga keamanan hayati Indonesia,” tegas Sulaiman.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjadi percepatan dukungan terhadap peningkatan kapasitas laboratorium, penguatan pengawasan perbatasan, serta optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah. Upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keamanan hayati, mencegah penyebaran penyakit, serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perikanan di Papua Selatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....