BPS Catat Pengangguran Menurun, Ekonomi Babel Membaik

  • 05 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID., Pangkalpinang: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis Berita Resmi Statistik pada Selasa (5/5/2026) yang membahas sejumlah indikator penting, di antaranya pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026, keadaan ketenagakerjaan Februari 2026, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Tahun 2025, serta hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

Tim Humas dan Protokol BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eka R. Pattinama, menjelaskan bahwa rilis ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial dan ekonomi daerah. “Pada rilis kali ini, ada beberapa hal yang dibahas, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, indeks ketimpangan gender, hingga hasil SUPAS 2025 yang menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Salah satu poin utama dalam rilis tersebut adalah kondisi ketenagakerjaan yang menunjukkan tren positif, ditandai dengan menurunnya tingkat pengangguran pada Februari 2026.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, saat menyampaikan rilis resmi terkait kondisi ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi daerah, Selasa (5/5/2026).

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, menyampaikan bahwa perbaikan pasar kerja terlihat dari berbagai indikator. “Pasar kerja menunjukkan penguatan dan perbaikan ketimpangan gender terjadi pada semua indikator pembentuknya,” ujarnya.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 tercatat mencapai 1.193,92 ribu orang atau meningkat 17,33 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan menjadi 68,34 persen, yang mencerminkan semakin banyak penduduk usia produktif yang aktif di pasar kerja. Partisipasi perempuan tercatat meningkat, sementara partisipasi laki-laki sedikit menurun.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 782,11 ribu orang atau bertambah 19,13 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 27,46 persen, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,51 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 13,50 persen.

Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan. Sebanyak 50,04 persen pekerja berada di sektor informal. Selain itu, tingkat pendidikan tenaga kerja masih didominasi lulusan SMP ke bawah sebesar 48,98 persen, sedangkan lulusan Diploma ke atas hanya 17,48 persen.

Pada Februari 2026, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 33,84 ribu orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,15 persen, turun dibandingkan Februari 2025. TPT perempuan mengalami penurunan, sementara TPT laki-laki meningkat. Dari sisi wilayah, pengangguran di perdesaan meningkat, sedangkan di perkotaan menurun.

Menanggapi kondisi tersebut, Irwan, warga Sungailiat, menilai bahwa semakin banyaknya lapangan kerja mulai dirasakan masyarakat. “Sekarang peluang kerja sudah mulai terbuka di beberapa sektor, jadi masyarakat punya lebih banyak pilihan untuk bekerja. Harapannya ke depan kesempatan ini terus bertambah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....