Milad Ke-94, Pemuda Muhammadiyah Bangun Sinergi Kebersamaan
- 03 Mei 2026 09:08 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Milad Pemuda Muhammadiyah yang ke-94, menjadi refleksi meningkatkan sinergi kebersamaan. Bahkan, Milad kali ini dirangkaikan dengan jalan sehat yang dilepas Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., yang mewakili Bupati Malinau, hadir dan di alun-alun Kunier Seluwing, Malinau Kota pada Sabtu (2/5/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Yusransyah mengatakan, dalam rangkaian memeriahkan Milad kali ini pihaknya menggelar sejumlah agenda positif. Mulai dari lomba mewarnai untuk tingkat pra-sekolah, TK hingga kelas 1 SD, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dan jalan sehat.
“Kenapa kita memilih jalan sehat? Karena kegiatan ini sifatnya membangun sinergi dengan masyarakat. Jalan sehat adalah simbol kebersamaan dalam Islam, di mana kita diajarkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Setiap langkah dan senyum kita bertujuan mempersatukan umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Muhammadiyah Malinau, H. Kuri Alkan menegaskan prinsip dasar perjuangan organisasi ini, yaitu Amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Prinsip ini menjadi ruh pergerakan Muhammadiyah dan seluruh Organisasi Otonom (Ortom) di bawahnya, mulai dari 'Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IPM, IMM, hingga Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
“Amar Ma'ruf artinya mengajak kepada yang baik, sedangkan Nahi Mungkar artinya mencegah dan melarang segala sesuatu yang jelek atau bertentangan dengan syariat agama. Itulah tujuan utama berdirinya organisasi ini,” jelasnya.
Pemuda Muhammadiyah lahir jauh sebelum Indonesia merdeka. Namun di Kabupaten Malinau, keberadaan organisasi ini tergolong masih muda, belum mencapai 5 tahun. Meski demikian, kiprahnya terus tumbuh dan bersinergi kuat dengan pemerintah daerah.
“Muhammadiyah berdiri sejak tahun 1912, jauh sebelum organisasi lain. Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya mencintai negara secara retorika, tapi juga dalam aplikasi nyata. Banyak tokoh pejuang kemerdekaan berasal dari kalangan ini, salah satunya adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman yang merupakan kader dan guru di Muhammadiyah,” beber H. Kuri.
Ia juga mengungkapkan, sejarah Dewan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (DPDM) Malinau yang berdiri sejak 2015. Awalnya berstatus Pimpinan Cabang Malinau Kota, namun seiring dengan pemekaran wilayah dan terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), statusnya ditingkatkan menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malinau hingga saat ini. (dayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....