Istighfar Tidak Hanya Soal Ampunan Dosa

  • 30 Apr 2026 16:53 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Tobat dan istighfar dinilai menjadi amalan yang berkaitan dengan kelancaran rezeki. Pandangan ini kembali banyak dibahas seiring meningkatnya minat masyarakat pada kajian spiritual.

Pembahasan mengenai manfaat istighfar tidak hanya berkaitan dengan pengampunan dosa. Banyak kalangan menilai amalan tersebut juga berdampak pada ketenangan dan kemudahan hidup.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan istighfar merupakan bentuk kesadaran atas kesalahan manusia. Penjelasan itu disampaikan melalui video di kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Video tersebut diunggah pada Senin, 28 Agustus 2023 dan membahas makna istighfar. Dalam penjelasannya, ia menilai dosa dapat menjadi penghalang datangnya rezeki.

“Ketika seseorang memperbanyak istighfar, maka Allah akan membuka jalan keluar dari setiap kesulitan,” ujarnya. Menurutnya, kemudahan hidup termasuk bagian dari rezeki.

Adi Hidayat menegaskan rezeki tidak selalu berbentuk materi. Kesehatan, ketenangan, dan keberkahan hidup juga termasuk nikmat yang diberikan.

Pandangan serupa disampaikan Badan Amil Zakat Nasional melalui artikel keagamaan. Lembaga itu menyebut istighfar sebagai amalan ringan dengan manfaat besar.

Dalam artikel berjudul “Istighfar Pembuka Pintu Rezeki”, Badan Amil Zakat Nasional menjelaskan kaitan istighfar dengan keberkahan. Penjelasan tersebut merujuk pada sejumlah ayat dalam Al-Qur’an.

Baznas menyebut istighfar menjadi salah satu jalan memperoleh ampunan dan pertolongan. Amalan itu juga dikaitkan dengan turunnya keberkahan dalam kehidupan.

“Dengan memperbanyak istighfar, Allah menjanjikan hujan yang lebat, harta, serta keturunan,” tulisnya. Penjelasan tersebut merujuk pada kisah Nabi Nuh dalam Al-Qur’an.

Menurut Adi Hidayat, istighfar perlu disertai perubahan perilaku. Tobat dinilai tidak cukup hanya dilakukan melalui ucapan.

“Tobat itu harus disertai komitmen untuk tidak mengulangi dosa yang sama,” katanya. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam proses memperbaiki diri.

Di tengah kehidupan modern, istighfar juga dipandang sebagai sarana refleksi diri. Praktik ini membantu seseorang menjaga keseimbangan mental dan emosional.

Meningkatnya kajian keagamaan di media digital menunjukkan kebutuhan spiritual masyarakat. Fenomena itu memperlihatkan peran dakwah digital semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tentang istighfar terus disampaikan melalui ceramah dan artikel keagamaan. Tujuannya agar masyarakat menyeimbangkan usaha lahiriah dengan pendekatan spiritual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....