Tekanan Sosial Meningkat, Pentingnya Menjaga Privasi Pribadi

  • 28 Apr 2026 07:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tekanan mental akibat adanya pihak yang terlalu mencampuri kehidupan pribadi seseorang semakin sering terjadi ditengah masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kesehatan psikologis jika tidak direspons dengan tepat.

Pengurus Departemen Humas dan Kemitraan Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) Aceh Suri Afnanita menilai, banyak orang belum memahami batas antara kepedulian dan intervensi berlebihan. Tidak semua urusan hidup kita perlu diketahui atau diatur orang lain.

“kita perlu memiliki kontrol penuh terhadap ruang privasi kita sendiri. Semakin kita membuka semua hal, semakin besar potensi tekanan dari luar,” Ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI Banda Aceh, Minggu 26 April 2026.

Langkah awal yang disarankan adalah menetapkan batasan secara tegas kepada orang sekitar. Kita berhak mengatakan cukup ketika hidup mulai terlalu diatur oleh orang lain.

Menurutnya, komunikasi asertif menjadi kunci dalam menghadapi orang yang terlalu ikut campur. “Sampaikan dengan jelas, jangan memberi ruang untuk intervensi yang tidak perlu,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tidak terjebak dalam siklus pembuktian diri kepada orang lain. Hidup bukan tentang membuktikan apa-apa kepada semua orang.

Selain itu, membatasi konsumsi media sosial dinilai dapat membantu mengurangi tekanan psikologis. Media sosial sering memperbesar opini yang sebenarnya tidak relevan dengan hidup kita.

Dukungan lingkungan terdekat juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas mental. Lingkungan yang sehat akan membantu seseorang tetap waras di tengah tekanan sosial.

Dengan demikian, menghadapi orang yang terlalu ikut campur membutuhkan ketegasan dan kesadaran diri. Menjaga kesehatan mental lebih penting daripada memenuhi ekspektasi orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....