Kapur Barus Usir Serangga secara Alami

  • 26 Apr 2026 20:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya-Kapur barus atau yang dikenal sebagai kamper telah lama dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai pengharum ruangan dan pengusir serangga. Bahan ini berasal dari ekstrak pohon tertentu dan memiliki aroma khas yang kuat. Selain kegunaan praktis tersebut, kapur barus juga memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan kesehatan.

Salah satu manfaat utama kapur barus adalah sebagai pengusir serangga alami. Aromanya yang menyengat efektif mengusir nyamuk, kecoa, dan serangga lainnya dari lemari maupun ruangan. Oleh karena itu, kapur barus sering digunakan untuk menjaga kebersihan pakaian dan mencegah kerusakan akibat hama.

Selain itu, kapur barus juga dikenal memiliki sifat antiseptik ringan. Dalam penggunaan tertentu, bahan ini dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini membuat kapur barus kerap digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk kesehatan tradisional, seperti minyak gosok.

Manfaat lain kapur barus adalah membantu meredakan gejala pernapasan. Aroma kuat yang dihasilkan dapat memberikan efek lega pada hidung tersumbat dan sering digunakan dalam balsam atau minyak angin. Uapnya dipercaya membantu melonggarkan saluran pernapasan, terutama saat flu atau pilek.

Kapur barus juga dapat memberikan efek relaksasi. Aroma khasnya mampu membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres ringan. Tak jarang, kapur barus digunakan dalam terapi aromaterapi sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman di dalam ruangan.

Namun demikian, penggunaan kapur barus harus dilakukan secara bijak. Paparan berlebihan atau penggunaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek samping, seperti iritasi pada saluran pernapasan atau kulit. Oleh karena itu, penting untuk menggunakannya dalam jumlah yang wajar dan tidak langsung bersentuhan dengan tubuh tanpa pengolahan.

Dengan berbagai manfaat yang dimiliki, kapur barus tetap menjadi salah satu bahan tradisional yang relevan hingga saat ini. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam penggunaannya agar manfaat yang diperoleh tidak berbalik menjadi risiko bagi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....