Kurang Tidur Nyenyak Bisa Ganggu Bisnis UMKM Kamu Sendiri
- 26 Apr 2026 05:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Banyak pemilik usaha punya kebiasaan yang sama, rela kurang tidur demi pekerjaan. Laporan dikerjakan sampai larut malam, pesan pelanggan dibalas sejak subuh, lalu pagi-pagi sudah buka usaha lagi. Tanpa disadari, ada hal penting yang ikut “hilang”, yaitu waktu deep sleep atau tidur nyenyak yang sangat dibutuhkan otak. Masalahnya bukan sekadar badan terasa capek. Kurang tidur bisa langsung memengaruhi cara kamu mengambil keputusan dalam bisnis.
Artinya, dampaknya bisa terasa sampai ke performa usaha kamu sendiri.
Data juga menunjukkan kondisi ini cukup serius. Survei YouGov pada Desember 2023 menyebutkan, sekitar 51 persen orang dewasa di Indonesia tidur kurang dari tujuh jam per malam. Bahkan, 24 persen di antaranya hanya tidur di bawah lima jam angka yang jauh dari rekomendasi kesehatan.
Padahal, penelitian menunjukkan hal sederhana seperti menambah satu jam tidur per minggu bisa berdampak besar. Produktivitas meningkat, bahkan penghasilan rata-rata bisa naik sekitar 3,4 persen. Kecil, tapi efeknya nyata.
Kalau kamu berpikir ini cuma masalah pekerja kantoran, justru sebaliknya. Pemilik UMKM sering jadi pihak paling rentan. Hampir semua keputusan ada di tangan kamu, jadi kondisi otak yang prima itu penting banget.
Lalu, apa sih deep sleep itu? Dalam satu malam, tidur kita terdiri dari beberapa siklus. Nah, di fase deep sleep inilah tubuh benar-benar “memperbaiki diri”—mulai dari memulihkan sel, mengatur hormon, sampai memperkuat ingatan.
Menariknya lagi, fase ini juga bantu otak menyaring dan menyimpan ide. Jadi kalau kamu sering kurang tidur, bukan cuma badan yang lelah, tapi ide-ide dan pelajaran dari aktivitas harian juga tidak tersimpan dengan baik.
Selain itu, ada juga yang disebut utang tidur atau sleep debt. Ini terjadi ketika kurang tidur terus menumpuk dan tidak bisa dibayar lunas hanya dengan tidur lama di akhir pekan. Jadi, kalau pola kamu masih “begadang hari kerja, balas tidur di weekend”, sepertinya sudah waktunya mulai diubah.
Pewarta: Anwar Perambahan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....