Kenaikan Bright Gas LPG Picu Keluhan Konsumen di Fakfak
- 23 Apr 2026 11:59 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak, - Harga Bright Gas LPG non-subsidi di Kota Fakfak, Papua Barat, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang turut memengaruhi distribusi dan harga jual energi di tingkat konsumen.
Bright Gas merupakan produk LPG non-subsidi dari PT Pertamina (Persero) yang tersedia dalam kemasan tabung 5 kilogram dan 12 kilogram. Produk ini umumnya digunakan oleh kalangan rumah tangga menengah ke atas serta pelaku usaha kecil yang tidak menggunakan LPG bersubsidi.
Berdasarkan pantauan stok Bright Gas masih tersedia di sejumlah kios dan pangkalan di Fakfak. Namun demikian, harga jual di tingkat pengecer mengalami lonjakan cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.
Salah satu pedagang di Fakfak, Arni, mengatakan kenaikan harga telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. “Sudah naik dari beberapa hari lalu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Ia menjelaskan, harga Bright Gas ukuran 12 kilogram kini dijual mencapai Rp436.000 per tabung, atau naik Rp86.000 dari harga sebelumnya Rp350.000. Sementara itu, untuk ukuran 5 kilogram, harga juga mengalami kenaikan menjadi Rp230.000 per tabung. “Kalau yang membeli dari kemarin, masih ada yang tanya-tanya soal kenaikan ini,” tambahnya.
Kenaikan harga tersebut mulai berdampak pada perilaku konsumen. Sejumlah warga mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang dinilai cukup tinggi dalam waktu singkat, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pengeluaran rumah tangga.
Maemuna, salah seorang warga Fakfak, mengaku harus mempertimbangkan kembali penggunaan Bright Gas. Ia berencana beralih ke LPG subsidi sebagai alternatif. “Aduh iya, paling kita beralih ke biasa saja. Sudah naik begini, mau bagaimana lagi,” ujarnya singkat saat berbelanja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....