Bolehkah Membalas Hinaan dalam Islam?
- 13 Apr 2026 21:30 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Mengendalikan emosi menjadi tantangan tersendiri di tengah kemudahan berkomunikasi, khususnya saat menghadapi hinaan atau perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain. Ustadzah, Ai Judiyyah, menjelaskan bagaimana Islam mengatur batasan dalam merespons hinaan agar tidak terjerumus pada perbuatan dosa.
Ai menegaskan bahwa membalas perlakuan buruk dengan keburukan bukanlah sikap yang dianjurkan. “Kita tidak boleh sama-sama menyakiti hatinya. Terimalah dan berdoa, ‘Ya Allah, sadarkan dia,’” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.
Ai juga mengutip ajaran Rasulullah yang menganjurkan umat untuk tetap berbuat baik meski diperlakukan tidak adil. Terdapat tiga amalan mulia yang menjadi ciri penghuni surga, yakni memberi kebaikan kepada yang berbuat jahat, memaafkan orang yang zalim, serta tetap memberi kepada orang yang pelit.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu Islam masih memberikan kelonggaran bagi seseorang yang belum mampu menahan emosi. Ia menekankan bahwa balasan tersebut harus setara dan tidak melampaui batas agar tidak berubah menjadi dosa.
“Kalau orang menghina kita, boleh kita membalas satu kali, tapi tidak boleh dilebihkan,” kata Ai.
Lebih lanjut, Ai mengingatkan pentingnya mengendalikan diri, terutama dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, setiap ucapan dan tulisan akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersabar, berpikir sebelum bertindak, serta lebih mengutamakan sikap memaafkan daripada membalas hinaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....