BPBD Kobar Waspadai Karhutla Meski Masih Hujan

  • 08 Apr 2026 22:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kotawaringin Barat – Meski sebagian wilayah masih diguyur hujan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat tetap menjadi perhatian serius. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotawaringin Barat, Andan Santana, mengatakan masih ditemukan titik api di sejumlah wilayah kering akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Meski ada hujan, beberapa daerah masih kering dan ditemukan titik api akibat aktivitas pembakaran lahan,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, wilayah dengan kategori hotspot zona merah berada di kawasan pesisir Kecamatan Kumai, mulai dari Desa Kubu hingga Desa Sebuai Barat, serta di perbatasan Kecamatan Arut Selatan dan Kotawaringin Lama sepanjang jalur Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kobar telah menyiapkan posko siaga 24 jam yang dijaga Tim Reaksi Cepat. Langkah ini dilakukan mengingat prakiraan BMKG yang menyebutkan wilayah Kalimantan Tengah mulai memasuki musim kemarau sejak April, dengan puncak pada Juli hingga Agustus.

Sementara itu, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Menteng, Nasrullah, menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan meski belum ditemukan titik api di wilayahnya. “Pemantauan tetap kami lakukan secara rutin, sehingga jika terjadi karhutla bisa segera ditangani,” katanya.

Peran TSAK dinilai penting dalam membantu pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk mengantisipasi karhutla sejak dini. Selain itu, BPBD Kotawaringin Barat juga terus mengedepankan langkah pencegahan melalui patroli, sosialisasi, serta koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dan masyarakat peduli api.

Upaya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar juga terus digencarkan sebagai langkah efektif menekan potensi karhutla di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....