Minim Kapal Pelni, Warga Fakfak Gunakan Perintis
- 08 Apr 2026 11:45 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 96 kembali menjadi andalan utama masyarakat Fakfak, Papua Barat, di tengah terbatasnya layanan transportasi laut reguler. Hingga awal April 2026, kapal perintis tersebut menjadi satu-satunya pilihan bagi warga yang ingin bepergian ke sejumlah kota di wilayah Papua.
Pada Senin, 6 April 2026 ratusan penumpang terlihat memadati Pelabuhan Laut Fakfak sejak pagi hari. Mereka membawa berbagai barang bawaan, mulai dari kebutuhan pribadi hingga hasil dagangan, demi mendapatkan tempat di atas kapal. Antrean panjang bahkan terjadi beberapa jam sebelum keberangkatan.
Situasi di pelabuhan pun tampak semrawut dengan penumpang yang harus berdesak-desakan. Minimnya armada transportasi laut membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan, sehingga kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 96 menjadi tumpuan utama mobilitas warga.
Hingga pertengahan April 2026, belum ada kapal Pelni yang beroperasi dari Fakfak menuju kota-kota besar seperti Sorong dan Manokwari. Kondisi ini memicu keluhan warga karena akses transportasi dinilai semakin terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sampai sekarang belum ada perubahan. Justru makin sulit, ke Sorong saja harus berebut kapal perintis,” ujar Amrul, salah seorang warga Fakfak. Ia berharap pemerintah dapat segera menambah jadwal pelayaran kapal Pelni agar masyarakat memiliki alternatif transportasi yang lebih layak.
Amrul juga mengungkapkan bahwa persoalan transportasi tidak hanya terjadi di jalur laut, tetapi juga udara. Menurutnya, perjalanan menggunakan pesawat dari Fakfak ke Manokwari harus melalui Sorong dengan waktu transit yang cukup lama, sehingga biaya perjalanan menjadi lebih tinggi.
Saat ini, KM Sabuk Nusantara 96 melayani rute Fakfak–Sorong–Manokwari dan menjadi solusi sementara bagi masyarakat. Namun, warga berharap kehadiran kapal Pelni atau peningkatan layanan transportasi dapat segera direalisasikan guna mendukung mobilitas dan perekonomian di wilayah Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....